Selasa, 29 September 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
#HJKBSeries #BersamaKitaTangguh

Pernah Berdiri Loge Sint Jan, Lokasi Masjid Agung Al Ukhuwah Simpan Sejarah

Selasa, 8 September 2020

Pernah Berdiri Loge Sint Jan, Lokasi Masjid Agung Al Ukhuwah Simpan Sejarah
Humas.Bandung.go.id
MASJID Agung Al Ukhuwah di Jalan Wastukancana.*

APABILA menyebut masjid agung di Kota Bandung, mungkin sebagian dari kita menunjuk ke masjid yang berada di Alun-alun Kota Bandung.

Tentu tak sepenuhnya salah. Karena hingga tahun 2003, masjid yang berada di Alun-alun Kota Bandung tersebut masih bernama Masjid Agung Bandung yang pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Nama tersebut berubah setelah masjid tersebut dipugar dan diresmikan menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Sedangkan Masjid Agung Kota Bandung kini disandang oleh Masjid Al-Ukhuwah di Jalan Wastukancana. Lokasi di mana Masjid Al Ukhuwah sekarang berdiri, ternyata menyimpan banyak sejarah.

Lokasi Masjid Al Ukhuwah ternyata dahulunya berdiri Loge Sint Jan. Sejumlah sumber menyebut, Loge Sint Jan merupakan loge atau loji, yaitu tempat berkumpul penganut Freemason ke-13 di Hindia Belanda.

Loge Sint Jan disebut sebagai Gedung Setan atau Rumah Setan oleh masyarakat karena konon berbagai upacara ritual asing dan aneh pernah dilakukan di dalamnya.

Tetapi di luar itu, para penganut freemason juga membuka sebuah perpustakaan bernama “De Openbare bibliotheek van Bandoeng”. Dari perpustakaan inilah Soekarno selama masa penahanannya di Banceuy memperoleh buku-buku yang dijadikan referensi dalam pembuatan pledoi Indonesia Menggugat.⠀

Selain itu, loji ini memberikan kredit ringan kepada masyarakat untuk memerangi rentenir. Di bidang pendidikan, mereka mendirikan Bandoengsche Schoolvereniging yang berhasil mengadakan 3 sekolah dasar, 3 sekolah menengah, dan sebuah Taman Kanak-kanak.

Tak hanya itu, perkumpulan Freemason Hindia Belanda juga merupakan penyokong pendirian lembaga orang buta di Bandung.

Loge Sint Jan dibongkar pada tahun 1960. Tidak ada keterangan resmi mengapa gedung itu dibongkar.

Namun, menurut tulisan di situs resmi milik Kecamatan Sumur Bandung (sumurbandung.bandung.go.id) yang dihimpun Humas Kota Bandung, dikabarkan gedung tersebut dibongkar lantaran adanya pelarangan Loge Agung Indonesia dan organisasi lain atas alasan mengikuti ajaran Freemason.

Setelah dibongkar, dibangunlah sebuah gedung baru di atas tanah tempat Loge Sint Jan berdiri. Gedung baru tersebut bernama Graha Pancasila.

Dari sisi fisik bangunan, ada perbedaan yang cukup mencolok antara Loge Sint Jan dan Graha Pancasila. Jika sebelumnya bangunan itu terlihat lebar ke samping, maka pada saat menjadi Graha Pancasila, bangunan memanjang. Perbedaan itu menyebabkan tempat parkir lebih sempit, tidak seperti saat masih bernama Loge Sint Jan.

Tetapi Graha Pancasila juga tak berumur panjang. Setelah dibongkar, akhirnya Masjid Al-Ukhuwah didirikan dan mulai digunakan pada tahun 1998 hingga sekarang. ⠀

Kini di saat salat Zuhur dan Asar di hari kerja dipastikan penuh oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Mereka menggiatkan Salat Tepat Waktu (Bandung Bersatu) seperti yang dicanangkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR