Selasa, 29 September 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
#HJKBSeries #BersamaKitaTangguh

M.A.W. Brouwer, Sosok di Balik Instagramable Jalan Asia Afrika

Senin, 7 September 2020

M.A.W. Brouwer, Sosok di Balik Instagramable Jalan Asia Afrika
Humas.Bandung.go.id
SALAH satu dinding jembatan penyebrangan di Jalan Asia Afrika yang memahatkan tulisan M.A.W Brouwer menjadi tempat instagramable bagi masyarakat.*

ENTAH sudah berapa juta orang yang memiliki foto dengan latar belakang tulisan "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum" — M.A.W Brouwer.

Ya, jika Anda tengah berada di Jalan Asia-Afrika, dinding jembatan penyebarangan di dekat Bank Mandiri merupakan salah satu spot instagramable.

Tetapi tahukan anda siapa M.A.W Brouwer? Berdasarkan penelusuran Humas Kota Bandung, M.A.W Brouwer atau lengkapnya Martinus Antonius Weselinus Brouwer lahir di Delft Belanda pada 14 Mei 1923. Meski lahir di Belanda, ia menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia.

Ia merupakan seorang fenomenolog, psikolog, sekaligus budayawan yang sangat dikenal karena kolom-kolomnya yang tajam, sarkastik, dan humoris. Tulisannya sering muncul di berbagai media massa di Indonesia.

Terutama pada era tahun 70-an sampai 80-an. Tulisannya antara lain dimuat di Koran Pikiran Rakyat.

Ia merupakan alumni Fakultas Paedagogi Universitas Indonesia pada tahun 1961. Setelah lulus, Brouwer menjadi guru di Sukabumi.

Ia juga menjadi pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dan Universitas Parahyangan yang turut mewarnai pengembangan ilmu Psikologi di Indonesia.

Brouwer juga dikenal sebagai psikolog yng memiliki perhatian terhadap masalah keluarga. Hal itu terlihat dari sejumlah karyanya yang mengulas tentang keluarga.

Di antaranya buku "Bapak, Ibu, Dengarlah!: Bunga Rampai Tulisan-tulisan Tentang Masalah-masalah Keluarga" dan buku "Ayah dan Putranya: Sorotan Psikologi Fenomenologi".

Menghabiskan sebagian besar waktunya di Kota Bandung, ia memiliki perhatian yang besar terhadap Tatar Pasundan. Ia menulis buku "Perjalanan Spiritual: Dari Gumujeng Sunda, Eksistensi Tuhan, Sampai Siberia".

Sayang, saat ia ingin memutuskan menetap dan menjadi warga negara Indonesia, keinginan itu ditolak pemerintah. Hingga akhirnya Brouwer kembali ke negeri Belanda.

Ia meninggal pada 19 Agustus 1991 pada umur 68 tahun di Belanda.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR