Senin, 17 Mei 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    14 Februari 2019 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Solusi Septic Tank Komunal di Lahan Sempit Ala Babakan Ciparay

 

SEPTIC tank komunal telah menjadi solusi untuk menurunkan angka Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan di Kota Bandung. Kendalanya, tidak semua wilayah memiliki lahan yang memadai untuk membangun fasilitas tersebut.

Namun berbeda dengan Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Wilayah yang terkenal sangat padat penduduk itu mampu membangun septic tank komunal di lahan yang sangat sempit, yaitu di gang kecil tempat lalu lintas warga.

Warga membangun septic tank sepanjang 7,5 meter dan lebar 1 meter dengan kedalaman 1,25 meter. Warga RW 6 Kelurahan Babakan membangun septic tank dengan dana program Kotaku yang dapat dimanfaatkan oleh 300 rumah.

"Ini adalah inovasi karena akhirnya bisa menjadi solusi septic tank komunal di wilayah sempit. Mungkin bisa direplikasi juga di wilayah lain," tutur Camat Babakan Ciparay, Momon A. Imron pada acara Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (14/2/2019).

Pada 12 Februari 2019 lalu, Wakil Ketua Forum Bandung Sehat, Yunimar Yana Mulyana bersama Kepala Dinas kesehatan Kota Bandung, Rita Verita telah meresmikan septic tank komunal tersebut. Sedangkan empat septic tank serupa sedang dibangun di RW 4, 5, 9, dan RW 11.

Septic tank ini juga menggunakan teknologi unik dan terbaru. Seluruh proses pengolahan limbah rumah tangga tidak melibatkan bahan kimia yang justru akan mencemari lingkungan. Seluruh proses menggunakan bakteri yang dapat menghancurkan, menguraikan, dan menjernihkan limbah. Sehingga saat dibuang ke sungai, telah dalam kondisi jernih dan aman.

"Bahkan tidak hanya limbah rumah tangga. Industri tahu, tempe, dan oncom juga membuang limbahnya ke septic tank komunal itu juga," imbuhnya.

Sebelumnya, industri andalan Babakan Ciparay itu pun tak memiliki sistem pengolahan limbah sehingga sampah produksi dibuang dan mencemari sungai. Hal itu juga menarik perhatian Komandan Sektor 22 Citarum Harum.

"Sekarang sudah ada pembuangan. Jadi airnya sudah sangat jernih dan bersih. Aman untuk dialirkan ke sungai," katanya.

Kini, Babakan Ciparay tengah mengejar target 47% wilayah lagi agar memiliki septic tank yang sehat. Jika itu bisa tercapai dalam waktu dekat, Babakan Ciparay bisa menjadi kecamatan sehat.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung

Dedi Priadi Nugraha
 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR