Senin, 26 Oktober 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    6 Januari 2020 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Soal Pengolahan Sampah, Oded Prioritaskan Maggot dan Biopori Vertikal

SETELAH mengkaji berbagai macam metode pengolahan sampah organik, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memutuskan untuk memprioritaskan penggunaan maggot dan teknik biopori vertikal. Keduanya dinilai paling memberikan banyak manfaat dan relatif mudah diimplementasikan.

Hal itu juga merupakan bagian dari program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

"Dua ini akan kita dorong kepada masyarakat karena lebih mudah," ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (6/1/2020).

Maggot adalah larva lalat tentara hitam atau yang lebih populer disebut Black Soldier Fly (BSF). Sebanyak 10.000 maggot dapat menghabiskan 1 kg sampah organik dalam waktu 24 jam. 

Selain itu, maggot mengandung protein tinggi dan kandungan gizi yang baik untuk pakan ikan dan unggas. Oded melihat sisi ekonomis lain dari penggunaan maggot untuk mereduksi sampah organik.

"Maggot ini bisa untuk pakan ikan dan ayam. Apalagi kalau nanti diolah, masyarakat didorong untuk memproduksi industri pakan sendiri dengan campuran bekatul. Sehingga optimal, sampahnya selesai, nilai ekonominya juga maksimal," jelasnya.

Lain halnya dengan biopori vertikal yang lebih banyak menggunakan perangkat meskipun sederhana. Metode ini menggunakan pipa untuk menampung sampah organik.

Tak seperti biopori pada umumnya, biopori vertikal dibuat dengan cara menancapkan pipa sepanjang dua meter ke tanah sedalam 0,5 meter. Pipa ini lalu diisi dengan sampah dan dibiarkan membusuk hingga terurai.

"Ini sudah dilakukan. Waktu saya ke Penang, Malaysia waktu itu. Ini yang paling efektif di India. Mudah-mudahan di Kota Bandung setelah ada beberapa contoh. Lebih simpel," katanya.

Oded pun akan meminta jajarannya menyosialisasikannya kepada masyarakat tentang kedua metode ini. Meskipun begitu, ia tak menghalangi warganya jika ingin mengolah sampahnya dengan metode lain, misalnya peuyeumisasi atau takakura.

"Kalau mau cara lain tidak masalah, mereka bebas memilih. Asal, sampahnya diolah," ujarnya.

 

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Sony Teguh Prasatya

 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR