Rabu, 22 September 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Lima Strategi Pemkot Bandung Tekan Angka Pengangguran Imbas Pandemi Covid-19

Kamis, 29 Juli 2021

Lima Strategi Pemkot Bandung Tekan Angka Pengangguran Imbas Pandemi Covid-19
KEPALA Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Marsana dalam Bandung Menjawab yang berlangsung secara virtual, Kamis (29 Juli 2021).*

ProkipimBandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan sejumlah strategi guna menekan angka pengangguran dan mendorong pemulihan ekonomi di Kota Bandung. Selama pandemi Covid-19, banyak sektor terdampak yang membuat angka pengangguran kian meningkat.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Marsana dalam Bandung Menjawab yang berlangsung secara virtual, Kamis (29 Juli 2021), mengatakan, strategi pertama dengan memperbaiki layanan sistem ketenagakerjaan agar dapat diakses dengan mudah dan murah.

Layanan tersebut adalah, aplikasi NEW BIMMA atau Bandung Integrated Manpower Management Application. Aplikasi tersebut bisa diakses secara gratis melalui laman disnaker.bandung.go.id.

Di sana tak hanya menyediakan layanan bursa kerja, tetapi hampir 30 layanan ketenagakerjaan dapat diakses secara online. “Kalau sebelumnuya BIMMA, sekarang NEW BIMMA. Tapi sebagian masih dalam proses perbaikan,” kata Marsana.

Ada hampir 30 layanan bisa diakses di sana secara online, seperti layanan pembuatan kartu pencari kerja bisa dilakukan secara online dan bisa diprint sendiri.

Strategi kedua, pemkot melalui Disnaker memfasilitasi pelatihan program kerja baik itu berbasis masyarakat maupun berbasis kompetensi. “Tapi dengan skala prioritas pelatihan vokasi untuk bisa membentuk wirausaha yang mandiri dan inovatif,” terangnya.

Strategi ketiga, yaitu membangun jejaring bursa kerja dengan memfasilitasi antara penyedia kerja dengan para pencari kerja. Sebagai contoh, Disnaker mengadakan Job Fair Online pada Juni lalu.

“Ternyata cukup banyak peminatnya. Saat itu tercatat 16 ribu pengunjung dengan jumlah lamaran 30 ribu. Jadi satu orang bisa sampai lima lamaran yang dimasukan, sehingga lamaran yang masuk cukup banyak,” tuturnya.

Strategi keempat, Disnaker mendorong setiap lembaga pendidikan agar membentuk bursa kerja khusus dan bekerjasama dengan perusahaan maupun industri. Sebab, kata dia, lulusan SLTP/SLTA menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Kota Bandung.

Strategi kelima, Disnaker terus berupaya mendorong serikat pekerja untuk menjalin hubungan industrial yang harmonis dengan pengusaha. Hal itu guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Karena kondisi saat ini apabila tidak dijaga hubungan, bisa terjadi benturan. Karena ada pengurangan hak-hak pekerja dan dampaknya bisa terjadi PHK yang besar lagi. Ini yang terus kita dorong supaya hubungan mereka tetap berjalan baik,” ungkapnya.

Marsana mengakui, berkurangnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Bandung sangat berdampak kepada berkurangnya kegiatan. Tetapi meski begitu, di tengah keterbatasan anggaran pihaknya terus berupaya memfasilitasi penempatan tenaga kerja.

“Itu terus kita lakukan walaupun hanya secara online tapi mungkin bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” ucapnya.

Selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan angka pengangguran mencapai 3,03 persen. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan yang terpaksa merumahkan sebagian pekerjanya, dan terpaksa mengurangi upah pekerja.

“Dari awal 2020 sampai hari ini, awalnya 8,16 persen menjadi 11,19 persen. Atau dari 105 ribu kini menjadi 147 ribuan,” ungkapnya.

Selain itu, tahun ini PHK cukup tinggi. Ia menyebut, selama Januari hingga Juli sebanyak 12.024 orang kehilangan pekerjaannya. Di antaranya 4.626 di PHK, kemudian 5.526 orang lainnya habis kontrak/mengundurkan diri, dan selebihnya sebab yang lain.

“Sementara itu ketersediaan lowongan pekerjaan dibangingkan tahun lalu mengalami penurunan hampir separuhnya lebih. Tahun sebelumnya sekira 13.000, sekarang hanya 5.000an,” tuturnya.* tanti


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR