Senin, 17 Mei 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Lawan Serangan DBD dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Kamis, 31 Januari 2019

Lawan Serangan DBD dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id
KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (31/1/2019).*

HumasBandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengajak masyarakat untuk mengaktifkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Gerakan ini untuk memaksimalkan upaya 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) plus sebagai upaya mencegah penyebaran virus demam berdarah.

Demikian disampaikann Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Jalan Aceh, Kamis (31/1/2019). "Bicara mengenai demam berdarah, itu disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti. Perkembangbiakan nyamuk jenis ini cukup tinggi. Apalagi saat cuaca memasuki musim penghujan," katanya.

Rita menuturkan, terkait dengan Jumantik, pihaknya telah mengimbau kepada Kepala Sekolah di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengaktifkan Jumantik Cilik di masing-masing sekolah.

Mengapa harus ada Jumantik di sekolah? Rita menjelaskan, nyamuk aedes aegypti aktif mencari mangsa pada pukul 08.00-10.00 WIB. Pada saat itu umumnya anak-anak sedang berada di sekolah.

Untuk mencegah anak-anak digigit nyamuk aedes aegypti saat mereka di sekolah, lanjutnya, pada kepala sekolah diminta untuk mewaspadai perkembangan jentik nyamuk di sekolahnya dan mengaktifkan Jumantik Cilik.

“Perlu diketahui, angka penderita demam berdarah 40,48% dialami oleh anak usia sekolah,” ungkap Rita.

Hingga 30 Januari 2019, angka penderita demam berdarah di Kota Bandung mencapai 224 kasus. Dinkes akan terus berupaya menekan kasus demam berdarah.

Masyarakat, lanjut Rita, bisa mengajukan surat permohonan fogging ke Puskesmas di wilayahnya masing-masing. "Tapi, yang terpenting itu bukan fogging-nya, melainkan pemberantasan sarang nyamuknya," tegasnya.

Sementara untuk upaya pencegahan di rumah, tambah Rita, selain melakukan 3M, juga melakukan tindakan plus seperti menyikat dinding bak mandi, memasang kelambu di tempat tidur, menanam pohon lavender bagi yang memiliki kebun atau menaruh jenis ikan cupang bagi yang memiliki kolam ikan, dan menggunakan lotion antinyamuk.* humas.bandung.go.id

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR