Minggu, 1 Agustus 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    23 Desember 2019 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Hari Ibu 2019, Kota Bandung Sabet Lima Penghargaan

WALI Kota Bandung Oded M. Danial berbahagia karena upayanya dalam membina pemberdayaan perempuan dan kesehatan di Kota Bandung membuahkan hasil. Kota Bandung menyabet 5 penghargaan sekaligus dalam rangkaian Hari Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (23/12/2019).

Kelima penghargaan itu antara lain, apresiasi Posyandu Award Provinsi Jawa Barat untuk Wali Kota Bandung yang mendapatkan hibah revitalisasi Posyandu sebesar Rp3,95 miliar; Peringkat Terbaik 1 Lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat yang dimenangkan oleh Posyandu Teratai 2 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamank yang mendapatkan hadiah Rp40 juta.

Selain itu, ada pula Juara Terbaik 1 Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) untuk TP PKK Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati, Pelaksanaan Terbaik 1 Tertib Administrasi TP PKK Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati, dan Pelaksanaan Terbaik 2 IVA Test TP PKK Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati.

Oded bersyukur atas penghargaan tersebut menjadi apresiasi bagi upaya revitalisasi Posyandu yang selama ini dilakukan oleh Kota Bandung. Menurutnya, fungsi Posyandu di Kota Bandung tidak sekadar melayani kesehatan dasar tetapi juga pelayanan sosial dasar. 

“Di Kota Bandung tidak hanya pelayanan dasar kesehatan, tetapi sudah meningkatkan diri kepada pelayanan dasar sosial,” ujar Oded.

Pelayanan dasar dan sosial yang dimaksud adalah peningkatan kapasitas Posyandu dari semula hanya menjadi Posyandu Mandiri, kini menjadi Posyandu Multifungsi. Posyandu multifungsi ini memiliki 6 bidang garapan, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, perlindungan perempuan dan anak, serta pusat informasi dan konsultasi. Saat ini sudah ada 1.918 posyandu multifungsi di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadi spirit buat kita meningkatkan kinerja kita, sehingga pelayanan dasar kesehatan dan sosial Kota Bandung harus terus kita hadirkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, Tatang Muchtar menambahkan, pelayanan Posyandu di Kota Bandung juga tidak hanya dibagi menjadi lima meja seperti Posyandu pada umumnya, melainkan 8 meja. Delapan meja layanan Posyandu Kota Bandung itu, yaitu meja pendaftaran ibu dan bayi atau balita, penimbangan balita, pencatatan hasil penimbangan, penyuluhan dan pelayanan gizi, dan pelayanan kesehatan, seperti imunisasi dan Keluarga Berencana (KB). Sedangkan tiga meja lainnya, yaitu layanan perlindungan ibu dan anak, layanan disabilitas, dan layanan pencegahan stunting.

“Posyandu tidak hanya memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dasar, tetapi juga layanan sosial dasar. Posyandu adalah wahana pemberdayaan masyarakat yang dibentuk secara partisipatif atas dasar kebutuhan masyarakat,” papar Tatang.

Dengan pengembangan layanan dasar di Posyandu, Tatang berharap, bisa lebih memberdayakan masyarakat dengan berbagai macam potensi mereka.

“Inovasi revitalisasi posyandu ini merupakan suatu proses pembaharuan dari berbagai potensi. Diharapkan pengembangan ini memberi manfaat lebih untuk posyandu di Kota Bandung dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sendiri,” ucapnya.

 

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Sony Teguh Prasatya

 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR