Senin, 17 Mei 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

47 Persen Lagi, Babakan Ciparay Jadi Kecamatan Sehat

Kamis, 14 Februari 2019

47 Persen Lagi, Babakan Ciparay Jadi Kecamatan Sehat
Rizal Fadillah Siptriandy/Humas.Bandung.go.id
Camat Babakan Ciparay, Momon A. Imron saat menjelaskan tentang pembangunan septic tank komunal di wilayahnya pada acara Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (14/2/2019).*

HumasBandung - Pemerintah Kecamatan Babakn Ciparay berupaya mewujudkan wilayahnya menjadi kecamatan sehat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, menyediakan septic tank sehat bagi warganya.

Tinggal 47% lagi wilayah yang belum memiliki septic tank yang sehat. "Jika itu bisa tercapai dalam waktu dekat, Babakan Ciparay bisa menjadi kecamatan sehat," ujar Camat Babakan Ciparay, Momon A. Imron pada acara Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (14/2/2019).

Momon mengungkapkan, keberadaan septic tank komunal merupakan upaya untuk menurunkan angka Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar yang menjadi syarat menjadi kecamatan sehat.

Namun, di wilayah Kecamatan Babakan Ciparay yang terkenal padat, tidak mudah mencari lahan cukup luas untuk membanguan septic tank komunal. Keterbatasan lahan tak menjadikan Pemerintahan Kecamatan Babakan Ciparay kehilangan ide untuk membangun septic tank komunal di wilayahnya.

"Kendala dalam membangunan septic tank komunal adalah ketersediaan lahan yang memadai. Tidak semua wilayah mempunyai lahan yang cukup untuk membangunn fasilitas tersebut, termasuk di wilayah kami. Tapi kami mencari cara bagaimana agar septic tank komunal ada," katanya.

Memanfaatkan lahan sempit yang berada d gang tempat lalu lintas warga, akhirnya septic tank komunal dibangun.Warga membangun septic tank sepanjang 7,5 meter dan lebar 1 meter dengan kedalaman 1,25 meter.

Setic tank yang dibangun warga RW 6 Kelurahan Babakan dengan menggunakan dana Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini, bida dimanfaatkan oleh 300 rumah. "Ini adalah inovasi karena akhirnya bisa menjadi solusi septic tank komunal di wilayah sempit. Mungkin bisa direplikasi juga di wilayah lain," tutur Momon.

Septic tank komunal yang dibangun warga RW 06, penggunaannya diresmikan pada 12 Februari lalu oleh Wakil Ketua Forum Bandung Sehat, Yunimar Yana Mulyana bersama Kepala Dinas kesehatan Kota Bandung, Rita Verita. Empat septic tank serupa sedang telah dibangun di RW 4, 5, 9, dan RW 11.

Momon mengungkapkan, limbah yang masuk ke septic tank komunal diproses tidak menggunakan bahan kimia yang justru akan mencemari lingkungan. Seluruh proses pengolahan menggunakan bakteri yang dapat menghancurkan, menguraikan, dan menjernihkan limbah. Sehingga saat dibuang ke sungai, telah dalam kondisi jernih dan aman.

"Bahkan tidak hanya limbah rumah tangga. Industri tahu, tempe, dan oncom juga membuang limbahnya ke septic tank komunal itu juga," imbuhnya.

Sebelumnya, industri andalan Babakan Ciparay itu pun tak memiliki sistem pengolahan limbah sehingga sampah produksi dibuang dan mencemari sungai. Hal itu juga menarik perhatian Komandan Sektor 22 Citarum Harum.

"Sekarang sudah ada pembuangan. Jadi airnya sudah sangat jernih dan bersih. Aman untuk dialirkan ke sungai," katanya.* nurul - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR