Rabu, 15 Juli 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
#BandungLawanCovid19

Warga Kampung Tangguh Nusantara Singsingkan Lengan Baju Perangi Covid-19

Selasa, 16 Juni 2020

Warga Kampung Tangguh Nusantara Singsingkan Lengan Baju Perangi Covid-19
Agvi/Humas.Bandung.go.id
WARGA Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong sedang mempraktekan pemusalaran jenazah sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis. Pembentukan Kampung Tangguh Nusantara untuk memerangi Covid-19.*

HumasBandung - Kampung Tangguh Nusantara resmi hadir di Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Lewat Kampung Tangguh, warga Kebon Kangkung bergotong royong menanggulangi pandemi Covid-19.

Warga di Kampung Tangguh Nusantara bersama relawan, organisasi nirlaba, dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) bersama-sama memerangi penyebaran Covid-19.

Peran serta warga dalam memerangi Covid-19 antara lain ditunjukkan oleh Odas, Ketua RW 11 Kelurahan Kebon Kangkung. Odas mempersilakan rumahnya dipergunakan sebagai tempat isolasi mandiri warga Kebon kangkung.

"Sesama manusia harus saling bantu membantu. Kebetulan rumah itu dalam keadaan tidak dipakai. Tadinya mau buat usaha, tetapi ada corona. Kalau masalah kebaikan tidak bisa diukur dengan materi tetapi kepuasan batin. Mudah-mudahan Allah SWT membalas," tutur Odas kepada Humas Kota Bandung, Selasa (16/6/2020).

Hal senada disampaikan oleh Ketua Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Kampung Tangguh Kebon Kangkung, Nunang Sutia. Menurutnya peran serta warga dalam memerangi Covid-19 sebagai salah satu bentuk kegiatan kemanusiaan.

"Kita melakukan apa yang disyariatkan agama, yaitu fardu kifayah. Seandainya kita tidak peduli hal yang semacam itu, secara langsung bisa merusak psikologis. Intinya kepedulian kepada masyarakat," paparnya.

Nunang mengatakan, timnya mempunyai relawan sebanyak enam orang. "Kami mempunyai relawan enam orang. Mereka selalu standby apabila ada laporan dari masyarakat. Kami menjalankan prosedur protokol kesehatan saat bertugas sesuai anjuran Dinas Kesehatan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Potensi Masyarkat Kecamatan Kiaracondong, Iman Oded menyebutkan, sebanyak 36 organisasi baik LSM, OKP dan komunitas terlibat dalam pembentukan Kampung Tangguh Nusantara.

"Ini sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, terlebih dalam membantu menangani korban Covid-19 ini," tuturnya.

Sebelum dibentuk Kampung Tangguh Nusantara, Iman telah berupaya membantu masyarakat dengan menerjunkan beberapa organisasi di setiap wilayah. "Setiap kelurahan ada 12 organisasi, kebanyakan di Kelurahan Kebon Jayanti dan Kelurahan Babakan Sari," ungkapnya.* teguh - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR