Rabu, 21 April 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Siti Hasanah, "Jangan Larang Anak untuk Belajar"

Jumat, 11 Desember 2020

Siti Hasanah, "Jangan Larang Anak untuk Belajar"
Angga/Humas.Bandung.go.id
Kadisdik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar dan Siswa penerima bantuan, Muhammad Rais.*

HumasBandung - Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memberikan bantuan kepada Siti Hasanah dan putranya, Muhammad Rais, Jumat (11 Desember 2020). Tak hanya itu, Siti dan Rais juga menerima bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Muhammad Rais merupakan seorang siswa SDN 047 Balonggede yang menjadi pemberitaan. Di sela-sela menemani sang ibu memulung, ia masih menyempatkan diri belajar.

Bantuan untuk Rais dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) serta perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, seragam, dan buku tulis. Sedangkan untuk Siti dalam bentuk bantuan modal.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar di SDN 047 Balonggede, Jumat 11 Desember 2020.

Siti Hasanah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya hingga bisa tinggal di rumah kontrakan dan mendapat bantuan modal usaha. "Alhamdulillah saya dikasih modal usaha juga, mohon doanya agar kami tidak ke jalan lagi. Rais juga bisa belajar di rumah," katnya.

"Apalagi cita cita Rais mau jadi polisi, karena di jalan dia lihat banyak kejahatan, jadi dia mau belajar untuk mengejar cita-citanya itu dan saya mendukung," imbuh Siti.

Siti pun mengimbau kepada orang-orang yang senasib dengannya untuk tetap berusaha menyekolahkan anaknya. "Saya harap teman-teman yang senasib dengan saya, yang punya anak, jangan sampai tidak sekolah. Kalau dari pihak mana pun mengajak anaknya untuk sekolah jangan dilarang, biarkan anak belajar. Jangan sampai ngikutin jejak orang tuanya juga," tuturnya.

Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono mengatakan, Muhammad Rais dan ibunya sebetulnya sudah dibantu oleh Pemkot Bandung secara optimal. Sebagai contoh, Rais dan ibunya sudah dibina lebih dari tiga kali oleh Dinsosnangkis.

Sebelumnya, Rais dan ibunya pun telah mendapat bantuan dari dua panti berupa biaya sekolah sampai SMA dan biaya usaha untuk ibunya. "Tapi hal teknis yang tidak bisa dia penuhi terkait SOP, sehingga intinya mereka tidak bisa dimasukkan ke data kependudukan, NIK dan KK," katanya.

"Pemkot Bandung sangat peduli dengan pendidikan dan saya yakin bahwa kemungkinan kejadian ini bisa ada lagi. Saya harap tidak usah berlebihan menanggapinya," ucap Tono.

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar mengatakan, bantuan diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah. Pihaknya sangat terbantu dengan masukan dan laporan dari masyarakat atas hal tersebut, karena anak-anak usia sekolah wajib mengenyam pendidikan sebagai layanan dasar.

"Karena keterbatasan kami untuk melihat semuanya, begitu juga di satuan pendidikan. Sekolah mungkin sudah melakukan deteksi seperti itu, tapi terkadang tidak bisa terdeteksi secara utuh karena orangtuanya tidak terdata dengan baik," katanya.

Abdul mengatakan, ke depan jika ada kejadian serupa, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial harus memprioritaskan anaknya dulu, bukan kependudukan orang tuanya.

"Ini PR kami bersama Dinas Sosial karena kami tidak bisa berbuat banyak manakala ada data yang tidak terdata dengan baik, anak tersebut harus tetap bersekolah," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan bahwa dengan kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

"Sangat bagus dan juga memberikan motivasi bagi kita semua agar lebih aware lagi terhadap permasalahan pendidikan. Kami dari Disdik pun juga mengingatkan semua pihak bagaimana menangani masalah seperti Rais ini yang tentunya masih ada Rais-Rais lain di sekitar kita," katanya.

Hikmat pun mengimbau, jika terdapat kejadian seperti ini lagi, bisa langsung diinformasikan melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung agar bisa segera ditindaklanjuti. "Tentunya Dinas Pendidikan sangat concern memberikan layanan-layanan dasar bagi siapa pun warga Kota Bandung yang wajib mengikuti pendidikan dasar, oleh karenanya kami menyiapkan layanan di Disdik sehingga bisa ditindaklanjuti dan ditanggapi oleh kita bersama-sama," ucapnya.* angga-humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR