Senin, 26 Oktober 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Sarawak Pun Ingin Tiru Kang Pisman

Sabtu, 21 September 2019

Sarawak Pun Ingin Tiru Kang Pisman
Rizal Fadillah Siptriandy/Humas.Bandung.go.id
MENTERI Muda di Jabatan Ketua Menteri (Hal Ehwal Islam dan Dewan Bandaraya Kuching Utara) yang juga menjabat Menteri Muda Utiliti Sarawak, Datuk Dr. Haji Abdul Rahman Hj. Junaidi saat bertemu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Jumat (20/9/2019), menyatakan ketertarikan pemerintahannya terhadap program pengelolaan sampah yang digulirkan Pemkot Bandung, yaitu Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan).*

HumasBandung - Kang Pisman (Kurang, Pisahkan, Manfaatkan) telah menarik perhatian Pemerintah Sarawak Malaysia. Pemerintah Negeri Jiran ini ingin meniru pengelolaan sampah yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ini.

Keinginan Pemerintah Sarawak untuk mengadopsi Kang Pisman, disampaikan oleh Menteri Muda di Jabatan Ketua Menteri (Hal Ehwal Islam dan Dewan Bandaraya Kuching Utara) yang juga menjabat Menteri Muda Utiliti Sarawak, Datuk Dr. Haji Abdul Rahman Hj. Junaidi saat bertemu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Jumat (20/9/2019).

"Ini bagus. Kita coba lakukan di sana (Sarawak), Selain membuang, juga kita coba akan memilah sampah yang mendapat nilai ekonomi," puji Datuk Haji Abdul Rahman.

Menurutnya, kebersihan memang menjadi fokus pembangunan. Pasalnya kebersihan menjadi salah satu penilaian masyarakat terhadap pemerintah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memang sempat mengenalkan program Kang Pisman kepada rombongan Pemerintah Sarawak Malaysia, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Jumat (20/9/2019).

Oded mengatakan, program ini merangkul masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Caranya, masyarakat memilih dan memilih sampah di rumahnya masing-masing.

"Program ini kita coba dorong mulai dari ASN (Aparatur Sipil Negara), komunitas sampai masyarakat. Sampah organik kita manfaatkan menjadi kompos, sampah anorganik menjadi nilai ekonomi," bebernya.

Oded meyakinkan, lingkungan menjadi wajah kota yang nampak oleh mata warga. Oleh karena itu, Pemkot Bandung terus menggaungkan gerakan tersebut agar menjadi masif.

"Banyak cara memilah dan memilih sampah. Kita ada bank sampah. Hasil dari memilah dan memilih menjadi nilai ekonomi lewat bank sampah,” jelasnya.* humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR