Senin, 26 Oktober 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
BMKG

Kapan Awal Musim Hujan 2018/2019 di Indonesia?

Selasa, 31 Juli 2018

Kapan Awal Musim Hujan 2018/2019 di Indonesia?
bmkg.go.id

HumasBandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menggelar Rapat Pembahasan Prakiraan Musim Hujan 2018/2019. Rapat yang dilaksanakan di Hotel Sentul, Bogor pada 23-27 Juli 2018 tersebut, diikuti oleh 27 Kepala Stasiun Klimatologi, 5 Kepala Stasiun Meteorologi, Kepala Stasiun GAW Palu dan 34 Forecaster dari seluruh Indonesia, serta tim prakiraan iklim dari Bidang Variabilitas Iklim.

Dikutip dari bmkg.go.id, rapat pembahasan prakiraan musim hujan merupakan kegiatan rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi dan sinkronisasi produk prakiraan dan pengamatan yang dilakukan oleh BMKG Pusat dengan UPT daerah sesuai pola iklim wilayah masing-masing daerah. Salah satu sasaran dari rapat ini adalah, melakukan analisis variabilitas iklim dengan indikator kinerja berupa presentase akurasi layanan informasi iklim di tingkat kecamatan.

Rapat pembahasan prakiraan musim ini pun sesuai dengan visi BMKG, yaitu terwujudnya layanan informasi iklim BMKG di tingkat nasional dan regional dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan sumber daya air, kesehatan, dan pengurangan risiko bencana

Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. saat membuka kegiatan ini mengatakan, rapat pembahasan prakiraan musim tingkat nasional merupakan realisasi arah kebijakan pusat informasi perubahan iklim, yaitu menjamin ketersediaan informasi perubahan iklim yang cepat, tepat, akurat dan mudah dipahami, serta luas jangkauanya sampai pada pengguna akhir dan meningkatnya kepuasan pengguna informasi iklim.

Hasil rapat pembahasan akan dilanjutkan dengan National Climate Outlook Forum (NCOF). Forum esensial tersebut merupakan wahana mempromosikan koordinasi inter-agensi dan dialog reguler antara climate information provider dengan multi-stakeholder (pada level nasional), yang hasil akhirnya akan di diseminasikan kepada masyarakat luas.

Dalam arahannya, Dwikorita Karnawati mengutarakan bahwa fluktuasi kondisi variabilitas iklim dan cuaca ekstrim memberi dampak bagi berbagai sektor seperti sektor pertanian, infrastruktur, kebencanaan, kesehatan hingga pariwisata. "Meskipun pada awal tahun 2018 kondisi La Nina skala lemah menuju netral, namun dampak dari kondisi variasi iklim di Indonesia mengakibatkan beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan tetap saja terjadi pada tahun 2018 ini," ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa informasi BMKG ditunggu oleh pemerintah. Informasi dari BMKG menjadi informasi wajib dalam setiap pengambilan kebijakan dalam agenda-agenda penting pemerintahan. Seperti rapat terbatas (ratas) tingkat menteri yang di pimpin langsung oleh Presiden maupun Rakortas di Kemenko untuk penanganan Karhutla. Termasuk rapat menjelang pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus 2018, informasi cuaca/iklim disetiap venue sangat diperlukan demi suksesnya acara.

Lebih lanjut, Kepala BMKG mengutarakan, pada era revolusi 4.0 saat ini dimana era big data, artificial intelligence dan internet of things yang dikemas dalam percepatan dan lompatan industri digital sudah ada di depan mata. Tuntutan masyarakat di era milenia sekarang ini semakin unik, era dimana crowd economic bisa menjadi pengguna dan verifikator hasil akurasi prakiraan BMKG.

"Target layanan informasi iklim meliputi ragam informasi yang mudah diakses dan mudah dipahami, memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi serta informasi mampu dijangkau hingga ke tingkat kecamatan bahkan tingkat desa. Pada tahun 2018-2020, target 75% kecamatan terlayani," ungkapnya.

Banyak peluang dan tantangan dalam menyampaikan informasi cuaca, iklim dan gempa. Informasi perlu dikemas menarik dan tentunya mudah dipahami, seperti melalui situs jejaring sosial (social media) dan smartphone, maupun partisipasi aktif masyarakat agar informasi BMKG dalam menunjang program-program pemerintah, yaitu melindungi segenap bangsa dan menyejahterakan rakyat Indonesia bisa tercapai.* humas.bandung.go.id

 


Kata kunci:
musim hujanbmkg

BAGIKAN

BERI KOMENTAR