Jumat, 5 Maret 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Antara Covid-19 dan Hantu, Ini Cerita Risa Saraswati

Kamis, 14 Januari 2021

Antara Covid-19 dan Hantu, Ini Cerita Risa Saraswati
Humas.Bandung.go.id
WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyaksikan penulis Risa Saraswati saat mendapat vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung pada Kamis (14 Januari 2020).*

HumasBandung - Terkenal dengan karyanya yang berbau supranatural, Risa Saraswati membuat pengakuan heboh usai divaksin Covid-19. Hal itu terkait pengalamannya berinteraksi bersama keberadaan makhluk tak kasat mata di tengah pandemi Covid-19.

Ketika mendapat kabar dirinya masuk dalam daftar penerima vaksin, Risa langsung merespon dengan sangat antusias. Sejak awal program vaksinasi digulirlan, Risa rajin mencari informasi pelaksanaannya.

Bagi Risa, penyuntikan vaksin ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan keluarganya. Hal itu mengingat sejumlah anggota keluarganya yang masuk dalam kategori rentan terpapar Covid-19.

"Karena saya di rumah ada orang tua yang cuci darah dan ada anak kecil belum satu tahun. Jadi saya ingin melindungi mereka dengan melindungi diri saya. Apalagi saya masih sering berpergian. Jadi saya ingin banget dan selalu cari informasi kapan visa vaksin," ungkapnya.

Risa masuk dalam jajaran sepuluh orang pioner yang mendapat vaksinasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung pada Kamis (14 Januari 2020).

Ia divaksin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna serta Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, dan musisi Ariel Noah.

"Makanya buat saya ini kesempatan yang luar biasa," tegasnya.

Usai divaksin, Risa mengaku tidak merasakan reaksi apapun. Bahkan ketika jarum suntik mulai menembus kulitnya pun, seakan tak terjadi sesuatu.

"Tadi juga saya pikir jarumnya gede, ternyata kecil banget jadi hampir tidak terasa," akunya.

Seniman yang terkenal dengan karya horornya ini menyerukan kepada masyrakat agar jangan termakan isu negatif perihal vaksin. Terlebih, sudah ada jaminan halal dari Majelis Ulama Iindonesia dan garansi ilmiah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Risa menegaskan, vaksinasi ini juga sebagai upaya terbaik dalam memerangi Covid-19. Karana orang yang sudah divaksin bisa membantu memotong mata rantai Covid-19.

"Kalau takut karena satu dan lain hal terjadi sama diri kita plis jangan egois. Karena sebenarnya, kita divaksin untuk melindungi orang yang tidak punya kesempatan untuk divaksin. Entah karena penyakit atau usia," ujar penulis buku Danur ini.

Bagi Risa, keberaan makhluk halus sudah tak asing lagi dalam kesehariannya. Justru kehadiran virus corona saat ini dirasa lebih mengerikan.

"Sebenarnya lebih mengerikan Covid daripada hantu. Ketika ada vaksin, saya berharap ini solusinya. Jadi harapan saya besar," katanya.* asep pupu - humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR