Rabu, 21 April 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

17 Kelurahan dan 2 Kecamatan Raih Piagam Emas ODF Kota Bandung

Selasa, 1 Desember 2020

17 Kelurahan dan 2 Kecamatan Raih Piagam Emas ODF Kota Bandung
Dinkes Kota Bandung
PENYERAHAN Piagam Emas Open Defecation Free (ODF) pada Gebyar STBM Stunting sekaligus puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 tahun 2020 di Hotel Grand Pasundan, Senin (30/11/2020).*

HumasBandung - Sebanyak 17 kelurahan dan 2 kecamatan di Kota Bandung berhasil meraih Piagam Emas Open Defecation Free (ODF) pada Gebyar STBM Stunting sekaligus puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 tahun 2020 di Hotel Grand Pasundan, Senin (30/11/2020).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Siti Muntamah, Wakil Ketua 1 TP-PKK Kota Bandung, Yunimar, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita.

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam penilaian akses sanitasi di suatu wilayah dengan nilai 100% warga di wilayah tersebut sudah terlepas dari perilaku membuang air besar sembarangan. Ketujuh belas kelurahan tersebut merupakan akumulasi wilayah dengan 100% ODF sejak 2015. Sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 10 kelurahan baru mendapatkan piagam emas tersebut atas prestasinya dalam mewujudkan 100% ODF di wilayahnya.

Pada 2015 Kelurahan Rancanumpang menjadi yang pertama meraih Kelurahan 100% ODF disusul Kelurahan Cihapit, Citarum, Ciateul, Paledang, dan Manjahlega di tahun 2017. Selanjutnya bertambah Kelurahan Antapani Tengah pada 2019 dan disusul 10 kelurahan pada 2020, yakni Kelurahan Cipadung Kidul, Mekarmulya, Cimincrang, Rancabolang, Cisaranten Kidul, Cisaranten Kulon, Derwati, Cipamokolan, Mekarjaya, dan Sarijadi. Dengan demikian, dua Kecamatan di Kota Bandung otomatis menyandang Kecamatan ODF, yakni Kecamatan Gedebage dan Rancasari.

Selain wilayah tersebut, sebanyak 51 kelurahan lainnya mendapatkan piagam hijau dengan akses sanitasi 70-99,9%, 50 kelurahan mendapatkan piagam kuning dengan akses sanitasi 36-70% dan 33 kelurahan mendapatkan piagam merah dengan akses sanitasi 0-35%. Adapun wilayah yang memiliki progres peningkatan akses sanitasi terbesar di Kota Bandung diraih oleh Kelurahan Cijagra yang awalnya hanya 19% pada 2019 lalu naik menjadi 70% pada 2020 serta Kelurahan Cibaduyut Wetan yang akses sanitasi warganya naik 29,79% dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di wilayah tersebut karena sudah berjuang mewujudkan 100% ODF meski dalam kondisi pandemi.

"Kami ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk wilayah yang sudah berjuang semaksimal mungkin sampai 100% ODF. Sejatinya di 2020 ini kita menargetkan bisa 100% ODF di seluruh wilayah di Kota Bandung, tapi karena pandemi target ini jadi terhambat. Namun, kita tidak boleh patah semangat. Semoga di tahun 2021 kita bisa 100 persen," jelas Rita.

Ia juga menyebutkan prestasi ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya bantuan dan dukungan dari FBS dan berbagai pihak lainnya yang selama ini turut terjun ke lapangan dalam melakukan edukasi, pemicuan, serta pembangunan akses sanitasi di tengah-tengah masyarakat.

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi semangat kita untuk mencapai target 2021 Kota Bandung 100% ODF," tambahnya.

Pada momen tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial juga turut menyampaikan ucapan selamat serta menekankan kunci keberhasilan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah partisipasi masyarakat. Demikian juga dalam pencegahan dan penanganan stunting.

"Kalau bicara STBM dan stunting di Kota Bandung, kata kuncinya adalah bagaimana kita terus mengajak seluruh komponen masyarakat di Kota Bandung untuk berpartisipasi melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan ini dimulai dari keluarga," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tugas pemerintah adalah mengedukasi masyarakat. Jika masyarakat telah teredukasi dan memiliki pemahaman yang sama maka apapun programnya akan berhasil.

"Kita berusaha mencetak mind set masyarakat. Jika STBM dan stunting sudah selesai di Kota Bandung, saya yakin warga Kota Bandung dapat menjadi kontributor peradaban," kata Oded.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR