Rabu, 22 September 2021 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Artikel
Syiar Ramadan

Sabar Menghadapi Ujian

Senin, 18 Mei 2020

Penulis: H. Oded M. Danial

HumasBandung - Dalam beberapa bulan terakhir, umat manusia diuji pandemi Covid-19, yang secara nyata melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Dari aspek sosial, interaksi antarmanusia harus berjarak secara fisik. Hampir tidak ada lagi musafahah atau berjabat tangan, rangkulan hangat untuk orang terdekat, dan tidak ada lagi kerumunan karena dipercaya menjadi medium penyebaran virus corona.

Dari aspek budaya, pola komunikasi cenderung bergeser dari tatap muka menjadi komunikasi dengan memanfaatkan teknologi. Maka pembicaraan tentang keluarga, bisnis, profesi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya menggunakan handphone (HP) atau komputer. 

Masyarakat juga cenderung lebih menyadari pentingnya kesehatan seperti mulai membiasakan diri mencuci tangan setelah melaksanakan berbagai aktivitas, berolahraga, dan makan makanan bergizi.

Dari aspek ekonomi, banyak kantor atau pabrik tutup, transportasi umum lumpuh, pasar-pasar dibatasi. Daya beli berkurang dan jumlah warga miskin pun bertambah secara signifikan.

Bagi orang beriman fenomena ini merupakan ujian yang diisyaratkan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 155, "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Pada surat lain dijelaskan, "Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS. Muhammad : 31)

Oleh karena itu bersabar pun merupakan ikhtiar untuk lulus dari ujian pandemi Covid-19, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 45, "Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesung-guhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”.

Sebagai ujian, tentu tidak mudah melalui masa-masa sulit pandemi corona, sehingga sabar harus disertai berbagai ikhtiar, antara lain meniru orang-orang yang diberi ujian seperti diriwayatkan dalam surat Al-Kahfi, yakni tentang ujian keimanan dengan memperkokoh perkawanan saat menghadapi cobaan (ayat 28), pemahaman tentang dunia yang hanya sementara (ayat 45), serta kerendahan hati dan ketulusan.

Kita juga bisa mencotoh Nabi Ayyub A.S. yang sabar menghadapi penyakit (QS Al-Anbiyaa: 83-84). Atau mengadopsi cara-cara yang dilaku-kan bangsa-bangsa yang berhasil menekan wabah seperti Korea Selatan, Jepang, China, dan Taiwan.

Keberhasilan mereka antara lain ditunjukkan dengan kedisiplinan tinggal di rumah saat wabah berlangsung, memberi ruang yang lebih luas bagi tenaga medis untuk melaksanakan tugasnya, tidak terlibat dalam penyebaran berita palsu, serta memupuk solidaritas antar warga dengan menjadi relawan atau donatur untuk mem-bantu warga yang membutuhkan.

Kita juga harus yakin bahwa Allah tidak akan menurunkan penyakit jika tidak ada obatnya atau jika manusia tidak mampu mengatasinya, seperti dijelaskan dalam Alquran, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (QS Al-Baqarah: 286).

Dengan bersabar, kita mendapat dua kebaikan sekaligus, yakni lepas dari pandemi corona dan insyaallah pahala yang berlipat, sesuai janji Allah, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (QS Az-Zumar: 10)

Di batas kota dijaga polisi
Agar pemudik bisa dicegah
Berikhtiarlah mencari solusi
Dan bersabar meraih berkah

Kita serius perangi corona
Kalahkan lawan secara telak
Semoga selamat di dunia fana
Bahagia di akhirat kelak.***

 


Kata kunci:
artikelsyiar ramadan

BAGIKAN

BERI KOMENTAR