Minggu, 12 Juli 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Artikel
Syiar Ramadan

Bersyukur

Sabtu, 23 Mei 2020

HumasBandung - Terkadang kita lupa atau menganggap biasa atas berbagai kebaikan yang ada di dalam diri seperti mata yang bisa melihat, lidah yang bisa mengecap, telinga yang bisa mendengar, hidung yang bisa membaui, bisa tertawa dan gembira, serta bisa makan setiap hari.

Kita juga acap kali merasa berhasil menjaga kesehatan, menjaga keamanan diri dan keluarga, hidup dalam masyarakat yang damai, hidup dalam iklim yang nyaman, serta berbagai kebaikan lain, padahal itu semua merupakan nikmat dari Allah SWT.

Nikmat-nikmat itu sungguh tak terbilang, sehingga diingatkan dalam Alquran Surat An-Nahl ayat 18, "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak bisa menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Oleh karena itu bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut, bukan saja sebagai ungkapan terima kasih, tetapi juga sebagai bagian dari penghambaan kepada Sang Khalik, sekaligus sebagai ikhtiar mendekatkan segala kebaikan, sebagaimana janji Allah dalam Surat Lukman ayat 12, "Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

Bersyukur merupakan bentuk kesadaran terhadap rahmat Allah dengan penuh kerendahan hati demi mendekatkan kebaikan, disertai ucapan dan perbuatan yang selaras dengan nilai-nilai keimanan. Bersyukur adalah lawan dari kufur nikmat. Bersyukur juga bisa berwujud sabar saat menerima ujian seperti bersyukur masih diberi kemampuan untuk berjuang melawan pandemi Covid-19.

Salah satu kebaikan yang didapat orang bersyukur adalah bertambahnya nikmat. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklum-kan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim : 7).

Alquran mengisahkan doa Nabi Sulaiman A.S. ketika melihat pasukan semut yang menyambut pasukannya. Nabi Sulaiman berdoa sebagai ungkapan syukur atas apa yang Allah berikan berupa kerjaan, ilmu, dan hikmah yang diwariskan oleh bapaknya Nabi Daud. Doa tersebut adalah, "Ta Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (An-Naml: 19)

Oleh karena itu kebiasaan bersyukur harus ditumbuhkan, karena begitu banyak nikmat dalam setiap detik dan denyut nadi kita. Bersyukur harus terungkap dalam zikir lisan dan hati, serta diwujudkan dalam iman dan amal shaleh.

Mudah-mudahan kebiasaan bersyukur akan menyertai segala kebaikan bagi kita, terutama kekuatan untuk melawan berbagai persoalan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Kita juga harus menjaga konsistensi bersyukur, karena ternyata Allah mengisyaratkan lebih banyak orang yang kufur. Kekufuran hanya menyisakan siksa yang pedih.

Alquran Surat Saba ayat 3 menjelaskan, “Dan sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang bersyukur (mau berterimakasih)".

Makanan basi dihangatkan
Asap mengepul menyelimuti dapur
Semoga kita selalu diingatkan
Jadi orang yang selalu bersyukur

Lebaran masak ketupat
Enak dimakan bersama ikan
Semoga bersyukur menjadi obat
Bertambahnya segala kebaikan.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR