Senin, 16 Desember 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Arti Keluarga Bagi Mang Oded dan Umi

Rumahku Surgaku

Rabu, 20 November 2019

Rumahku Surgaku
Agvi Firdaus/Humas.Bandung.go.id

KELUARGA merupakan partikel terkecil yang mempunyai tujuan menghadirkan rasa bahagia di dunia dan akhirat. Dari keluarga pula lahir peradaban.

Demikian arti keluarga bagi Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan sang istri, Siti Muntamah. Bagi Mang Oded dan Umi, demikian sapaan akrab mereka, keluarga ibarat pepatah "Rumahku Surgaku".

Kesibukan Mang Oded sebagai wali kota dan Umi sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, tak membuat keduanya melupakan peran mereka, baik sebagai pasangan suami istri maupun sebagai orang tua.

"Berbicara peran, dengan posisi saya sebagai wali kota sekarang, sebagai seorang suami, saya dan umi masing-masing harus memahami dan menyadari peran masing-masing. Yaitu dengan saling mengenal karakter satu sama lain," ungkap Mang Oded ketika ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Rabu (20/11/2019).

Pasangan Mang Oded dan Umi mempunyai tujuh anak perempuan. Dalam kesehariannya, mereka berusaha membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Kuncinya adalah, berusaha memenej waktu keduanya untuk bertemu dan berkomunikasi dengan anak-anak.

"Tidak boleh dekat ke ayah atau umi saja. Harus dekat dengan keduanya. Makanya saya dan umi punya manajemen waktu harian, bulanan, mingguan, bahkan tahunan," ujarnya.

Dengan manajemen waktu, Mang Oded optimis bisa membangun komunikasi dengan anak-anak termasuk cucunya. Terutama dengan mengingatkan anak-anaknya dalam hal ibadah.

"Kalau yang ada di sini (Pendopo) bisa tiap hari ketemu. Tapi anak Mang Oded ada juga yang di Indramayu, Ciamis, Tasik, sering ditanya bagaimana baca Alqurannya, tahajudnya. Jadi walaupun jauh tetap dekat di hati," ungkapnya.

Mang Oded, sapaan akrabnya mengatakan, dalam keluarga atau rumah tangga butuh romantis. Karena isi rumah tangga itu mulia, seperti pepatah Rumahku Surgaku.

Dengan jadwal tersebut, Mang Oded optimis bisa membangun komunikasi dengan anak-anak termasuk cucunya. Terutama dengan mengingatkan anak-anaknya dalam hal beribadah.

"Kalau yang ada di sini (Pendopo) bisa tiap hari ketemu. Tapi anak Mang Oded ada juga yang di Indramayu, Ciamis, Tasik, sering ditanya bagaimana baca Alqurannya, tahajudnya. Jadi walaupun jauh tetap dekat di hati," katanya.

Dalam hubungannya dengan anak-anaknya. Mang Oded mengkondisikan anaknya penurut dan taat. Tapi bukan berarti menjadi sosok ayah yang otoriter.

Mempunyai anaknya yang semuanya perempuan, Mang Oded mempunyai trik tersendiri. Menurutnya, seorang ayah saat menghadapi anak perempuan harus menjadi sosok pelindung. Jika tidak begitu, mereka akan mencari sosok tersebut di luar selain ayahnya sendiri.

Mang Oded dan Umi selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam urusan mencari jodoh. "Saat mencari calon menantu, ada proses, disuruh taaruf dulu, lalu masing-masing istiqarah. Kalau cocok lanjut, tapi tidak bisa dipaksakan. Karena ada juga yang gagal saat prosesnya, namun yang terpenting sebagai orang tua mengusahakan yang terbaik," katanya.

Mang Oded menuturkan, dalam menjaga ketahanan keluarga, setiap keluarga harus menghadirkan ketakwaan pada Allah SWT, mempunyai hubungan yang bagus dengan sesama anggota keluarga. "Tujuannya supaya bisa menggapai surga bersama-sama," ungkapnya.

Sementara itu, Umi menambahkan makna keluarga bagi dirinya dan sang suami. Imo menuturkan, keluarga sebagai institusi ekspresi halal. Keluarga sebagai wadah institusi robani, semua agama mengagungkan tentang makna keluarga ini sebagai perintah dari Tuhan.

"Sesuatu yang halal, jadi mau ekspresi cinta, sayang, bahkan 'ngambek' juga bisa. Selain itu untuk membangun SDM berkualitas, juga karena ekspresi taqwanya," katanya.

Menurutnya, dalam keluarga, ada ekpresi menyambung rasa yang tidak boleh putus, tidak boleh tercederai. "Yang terpenting, keluarga dengan kegiatan masing-masing anggotanya keluarga yang banyak, tetap bisa membangun tetap saling menyayangi, mencintai, serta saling support satu sama lain," ungkapnya.

Mengenai sosok Mang Oded, Umi mengatakan bahwa suaminya merupakan sosok yang tidak pernah marah dan mampu memfilter informasi untuk keluarga. Satu lagi, Mang Oded sangat pinat memberikan kejutan untuk anggota keluarga.

"Beliau itu orangnya sangat penyayang, dan lembut hati. Kalau saya dalam persoalan agak galak. Tapi Mang Oded bisa melihat dari sisi-sisi yang lain. Saya pun jadi banyak belajar tentang sisi humanisnya. Itu yang tidak banyak diketahui banyak orang," tuturnya.* agung fb - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR