Senin, 20 Mei 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Kamalia Purbani

Pejabat yang Pujangga

Senin, 25 Februari 2019

Pejabat yang Pujangga
Humas.Bandung.go.id

Menata fikir
Agar tetap optimis
Jalani hidup

Menata hati
Agar tak terlarut
dalam nestapa

menata rasa
agar mampu melepas
kenangan lalu

HumasBandung - Untaian kata-kata itu merupakan sebuah puisi karya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Kamalia Purbani. Di balik sosoknya yang tegas dan cerdas, ternyata ia juga merupakan figur yang puitis dan pandai merangkai kata.

Tak hanya puisi, Kamalia juga sering menulis cerita pendek dan artikel. Ia mengaku sudah senang menulis sejak masih SMP. Bahkan, ia mengaku sudah pandai mengenal tulisan sebelum menginjak bangku sekolah.

“Saya senang menulis sejak SMP, sampai sekarang masih menulis,” ungkapnya saat ditemui humas.bandung.go.id, Senin (25/2/2019).

Tak tanggung-tanggung, ia pernah menjadi juara dalam lomba menulis artikel tingkat Kota Bandung yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung. Saat di bangku sekolah, ia pun banyak menyabet kejuaraan menulis.

Kemampuan menulis didapatnya dari almarhum sang ayah, Muhammad Sidik, yang dulu berprofesi sebagai wartawan Pikiran Rakyat. Terakhir, ayahnya, bekerja di Surat Kabar Bandung Pos dan sempat menjadi penulis naskah sambutan mantan Gubernur Jawa Barat, Aang Kunaefi selama dua periode.

Melihat ayahnya sering menulis, Kamalia juga mulai senang mengirimkan puisi-puisi dan cerita pendek (cerpen) karangannya ke berbagai media. Bahkan, majalah Kawanku, sempat memuat karyanya. Sebagian lagi ia simpan sebagai arsip karyanya.

Kini, ia lebih sering menuangkan karyanya melalui media sosial, terutama di Twitter. Melalui sajak-sajak pendek, ia kerap mengungkapkan situasi yang dialaminya saat itu.

“Tapi tidak semuanya. Sebagian besar saya simpan di handphone,” imbuhnya.

Bagi perempuan kelahiran 6 Maret 1961 itu, menulis bukan saja sekadar hobi, melainkan juga terapi untuk melepas penat dan kegelisahan. Sebagai manusia biasa, ia tentu sering menghadapi situasi yang membuatnya kesal, marah, takut, atau gelisah. Ia menyalurkan energi negatif itu ke dalam bait-bait puisi.

“Kalau sedang marah atau kesal kan kita tidak bisa memperlihatkannya begitu saja. Daripada marah-marah ke orang, lebih baik saya tulis. Dan itu sangat melegakan buat saya,” akunya.

Saat ini, penggemar karya Andrea Hirata itu tengah senang menekuni menulis haiku, yakni puisi kuno Jepang yang terdiri dari 5-7 -5 suku kata. Beberapa sajak haikunya dipamerkan di linimasa Twitternya.

Bagi mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan itu, amat penting bagi seseorang untuk menekuni hobinya. Hobi merupakan penyeimbang kehidupan, sebab seseorang tak harus melulu dibebani dengan pekerjaan di kantornya.

“Setiap orang punya potensi dan dia yang paling tahu potensinya. Menurut saya walaupun kita memiliki rutinitas, hobi itu harusnya menjadi nilai tambah bagi pekerjaan kita. Menurut saya itu bisa untuk penyeimbang hidup kita,” tuturnya.* nurul - humas.bandung.go.id

 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait