Sabtu, 17 November 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Kampung Toleransi Paledang

Refleksi Masyarakat yang Selalu Ingin Rukun dalam Keberagaman

Jumat, 11 Mei 2018

Refleksi Masyarakat yang Selalu Ingin Rukun dalam Keberagaman
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go,id
PENJABAT Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin meresmikan Kampung Toleransi Paledang yang berada di RT 02/RW 02 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018).*

HumasBandung - Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin meresmikan Kampung Toleransi Paledang yang berada di RT 02/RW 02 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018). Pada kesempatan yang sama, diluncurkan Sistem Informasi Tenggang Rasa (Sisi Teras) Kota Bandung.

Kampung Toleransi Paledang merupakan kampung toleransi kedua yang diresmikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sebelumnya, Pemkot Bandung juga telah meresmikan kampung toleransi yang berada RW 04 Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler.

Solihin berharap, peresmian kampung toleransi tidak sekadar formalitas, namun menjadi jawaban atas perkembangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keberadaan kampung toleransi juga sekaligus sebagai pengingat pentingnya kerukunan di atas keberagaman.

Solihin mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk bersama-sama terlibat dalam kampanye toleransi keberagaman untuk menciptakan suasana kondusif Kota Bandung. "Menjaga toleransi bukan pekerjaan sekelompok orang saja. Tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi keberagaman," tuturnya.

Solihin menjelaskan, Kampung Toleransi RW 02 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong bisa menjadi sarana penguat persatuan dan kesatuan terutama jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Juni mendatang.

"Selain bukti perlawanan bagi mereka yang berusaha memperuncing perbedaan, kampung toleransi menjadi refleksi masyarakat yang selalu ingin rukun. Saya yakin kampung ini dapat mengingatkan politisi untuk mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi," katanya.

Senada dengan Solihin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menjelaskan, kampung toleransi menjadi media komunikasi atas keberagaman. "Menjaga keberagaman menjadi tugas kita. Perbedaaan yang baik adalah perbedaan yang dijaga dan dihargai," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemkot Bandung akan terus mendukung upaya menjaga toleransi dan kondusif untuk mencapai Nawacita. Di samping itu, Pemkot Bandung akan terus memfasilitasi kemajuan kampung toleransi sebagai refleksi keberagaman Indonesia yang baik.

"Kita akan terus wacanakan bersama untuk menghargai perbedaan. Prinsipnya pemerintah akan selalu hadir dan mendukung perkembangan warganya," ungkap Hikmat.

Sedangkan Perwakilan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, K.H. Wahyul Afif Al -Ghafiqi menyatakan, kampung toleransi adalah, program yang sangat penting dan cerdas untuk dikembangkan. Terlebih untuk Kota Bandung yang masyarakatnya sangat heterogen. “Ini sebuah program yang sangat tepat dan cerdas,” katanya.

Sementara itu, Adit (21), salah satu Warga Kampung Toleransi Paledang, mengaku sangat senang dengan peresmian kampung toleransi di wilayahnya. "Hidup berdampingan dan mengesampingkan perbedaaan. Itu sangat baik," ungkapnya.

Adit yang juga pengurus Karang Taruna mengajak seluruh warga, khususnya pemuda untuk menjaga nilai-nilai toleransi. "Sebagai pemuda mari kita jaga toleransi atas perbedaan. Semoga perbedaan menjadi rahmat bagi kita," ujarnya.* syahda - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR