Minggu, 18 November 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Disnaker Kota Bandung

Menekan Angka Pengangguran, Membuka Peluang Kerja

Senin, 30 April 2018

Menekan Angka Pengangguran, Membuka Peluang Kerja
Rahman Muhamad/Humas.Bandung.go.id
KEPALA Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Asep C. Cahyadi.*

HumasBandung – Jumlah angkatan kerja Kota Bandun tahun 2017 mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tahun 2015 masih 1,192 juta orang.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Asep C. Cahyadi ketika ditemui humas.bandung.go.id di ruang kerjanya, Kantor Dinas Tenaga Kerja, Jln. R.E. Martanegara, Kota Bandung, Senin (30/4/2018).

Asep mengungkapkan, meskipun jumlah tenaga kerja meningkat, namun Pemkot Bandung berhasil menekan angka pengangguran. Jumlah pengangguran menurun dari 107.000 orang di tahun 2015 menjadi 102.000 di tahun 2017.

“Jumlah tersebut termasuk angka pengangguran terbuka dan angka pengangguran terselubung. Tukang ojek, misalnya, itu termasuk pengangguran terselubung,” imbuh Asep.

Untuk terus menekan angka pengangguran, mulai tahun ini Pemkot Bandung akan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan perusahaan untuk melaporkan lowongan kerja yang ada di perusahaan ke pemerintah. “Jadi kita bisa tahu persis data yang ada. Kita akan rangkum di bursa kerja,” ujar Asep.

Diakui Asep, Pemkot Bandung masih mempunyai banyak pekerjaan untuk terus memberikan peluang kerja bagi warganya. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menyelenggarakan bursa kerja hingga program pemagangan di dalam dan luar negeri.

Dalam waktu dekat akan diselenggarakan bursa kerja, yakni tanggal 8-9 Mei 2018. Pada setiap bursa kerja yang diselenggarakan, ada 30-40 perusahaan yang berpartisipasi dengan 4.000-5.000 lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Langkah lain yang sedang diupayakan oleh Disnaker Kota Bandung adalah mengoptimalkan pemagangan. Tahun ini Disnaker Kota Bandung tengah menjajaki kerja sama untuk bisa mengirimkan 135 orang perawat ke Jepang.

“Ada permintaan dari sana untuk mengirimkan perawat. Tetapi ada persyaratan kemampuan bahasa harus memadai, ini yang tengah diupayakan oleh kami. Kita juga membuka pemagangan di retail-retail di Kota Bandung untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Asep.

Asep menuturkan, masalah pengangguran yang terjadi saat ini terkait dengan adanya ketimpangan antara latar belakang keahlian yang tersedia dengan kebutuhan di pasaran. Saat ini, ia terus memberikan pelatihan kerja, terutama kepada lulusan SMA dan SMK, agar bisa diserap oleh lapangan kerja yang ada.* nurul - humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait