Senin, 23 April 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Kecamatan Bandung Wetan

Lewat IKAT Utamakan Kepuasan Warga

Kamis, 5 April 2018

Lewat IKAT Utamakan Kepuasan Warga
Humas.Bandung.go.id
CAMAT Bandung Wetan, Hilda Hendrawan dan Sekretaris Camat, Pepen Efendi.*

HumasBandung – Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat merupakan salah satu tugas pemerintah, seperti yang dilakukan Pemerintahan Kecamatan Bandung Wetan. Namun tidak selamanya pelayanan yang diberikan pemerintah dapat memuaskan masyarakat.

“Kami berusaha agar masyarakat puas atas pelayanan yang kami berikan. Untuk mengukurnya, kami membuat sistem Indeks Kepuasan Masyarakat Terpadu atau IKAT,” ungkap Camat Bandung Wetan, Hilda Hendrawan didampingi Sekretaris Camat, Pepen Efendi ketika memberikan keterangan kepada wartawan pada kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota, Jln. Wastukancana, Bandung, Kamis (5/4/2018).

IKAT, lanjut Hilda, merupakan sistem yang dibuat untuk mengukur kepuasan terhadap pelayanan yang diterima masyarakat. “Kami fokus pada pelayanan untuk warga. Sejalan dengan perubahan zaman, pola pelayanan juga harus terus diperbaharui, sehingga bisa lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan warga,” katanya.

IKAT dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Permen PANRB tersebut mengatur tentang penyusunan instrumen survei untuk mengukur kepuasan publik.

“Di dalamnya terdapat indikator-indikator yang dikeluarkan langsung dari kementerian yang mengacu pada ISO dan sudah ada standard operating procedure (SOP). Kami mendata dan mengukur apakah pelayanan kami sudah memuaskan,” katanya.

Hilda mengungkapkan, Kecamatan Bandung Wetan yang mempunyai luas 552 hektare memiliki karakteristik yang heterogen. Terdiri dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Tamansari, Kelurahan Citarum, dan Kelurahan Cihapit.

“Kecamatan Bandung Wetan termasuk wilayah yang padat dengan populasi 37.972 jiwa per Februari 2018. Paling padat ada di Kelurahan Tamansari dengan 20 RW. Kalau Cihapit dan Citarum masing-masing 8 RW,” katanya.

Perbedaan tersebut terjadi karena wilayah di Tamansari lebih banyak terdapat permukiman. Sedangkan dua kelurahan lainnya didominasi oleh pertokoan dan perkantoran.

Kecamatan Bandung Wetan, tutur Hilda, merupakan salah satu wilayah di Kota Bandung yang mempunyai banyak lokasi ikonik. Sebut saja Gedung Sate yang menjadi Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Lapangan Gasibu, Fly Over Pasupati, Teras Cihampelas, Taman Jomblo, serta pusat factory outlet (FO) Jln. Riau dan Jln. Ir.H. Djuanda (Dago) ada di kecamatan ini.

Berlokasi di pusat kota tentu membuat wilayah ini banyak menghadapi tantangan. Setiap sudut kota selalu disorot karena menjadi titik-titik pariwisata yang banyak dikunjungi pelancong. Oleh karena itu, pihak kecamatan memiliki tugas ekstra dalam mengelola wilayah.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR