Senin, 21 Mei 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil

Kiaracondong, Sentra Perajin Keramik di Bandung

Jumat, 2 Maret 2018

Kiaracondong, Sentra Perajin Keramik di Bandung
Humas.Bandung.go.id
KERAMIK made in Bandung yang terkenal itu dibuat oleh perajin-perajin yang berada di kawasan Kiaracondong. Kawasan ini merupakan sentra industri keramik di Kota Bandung yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.*

HumasBandung – Tak hanya kulinernya, Kota Bandung pun terkenal dengan produk-produk kreatif hasil karya warganya. Salah satu produk kreatif warganya yang sudah terkenal hingga manca negara, adalah keramik.

Keramik made in Bandung ini sudah dikenal sampai ke kota-kota di Indonesia serta negara-negara seperti Perancis, Amerika, dan Jepang. Selain karena kualitasnya, juga karena bentuk dan motifnya yang beragam. Motif keramiknya pun mempunyai ciri khas karena dibuat dengan cara dicanting atau diukir langsung oleh perajin, bukan disablon.

Keramik made in Bandung yang terkenal itu dibuat oleh perajin-perajin yang berada di kawasan Kiaracondong. Kawasan ini merupakan sentra industri keramik di Kota Bandung yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Perajin keramik di kawasan ini tersebar di Kebon Jayanti, Jalan Stasiun Lama dan Gang Salak, Jalan Sukapura.

Pembuatan keramik di Kota Bandung sudah ada sejak zaman kolonial atau sekitar tahun 1920-an. Saat itu, produk yang dibuat oleh perajin masih sangat sederhana. Baru pada tahun 1960-an, industri keramik berkembang di kawasan ini.

Adalah Itong, pioner usaha keramik di kawasan Kiaracondong. Berbekal pengalaman belajar pembuatan keramik di Plered, Itong mengembangkan usaha pembuatan keramik di Kiaracondong yang akhirnya diikuti oleh warga di sekitarnya. Usaha pembuatan keramik di Kiaracondong mencapai masa keemasannya pada sekitar tahun 1970-an hingga 1990-an.

Meskipun saat ini jumlah perajin keramik tidak lagi sebanyak dulu, namun usaha pembuatan keramik di Kiaracondong masih berjalan. Saat ini usaha tersebut sudah memasuki generasi ketiga, yang berarti dijalankan oleh anak atau cucu dari pemilik sebelumnya.

“Usaha yang saya jalankan ini merupakan warisan ilmu dari mertua. Beliau sudah memulai usaha ini sejak tahun 1960-an,” ungkap Kosim Sundana (72), salah seorang perajin keramik di Kiaracondong ketika ditemui Humas.Bandung.go.id.

Menurut Kosim, dirinya memulai usaha membuat keramik pada tahun 1981. Saat itu masih banyak perajin yang menjalankan usaha pembuatan keramik.

Kosim memproduksi beragam keramik seperti guci, piringan hias, hiasan dinding, dan asbak. Keramik yang dibuat Kosim menggunakan bahan baku tanah liat yang berasal dari Sukabumi. Ada juga perajin yang menggunakan tanah liat yang didatangkan dari Bangka, Belitung.

Mengenai bentuk keramik yang dibuatnya, Kosim mengaku, tergantung dari ramainya pesanan. “Saya mah tergantung ramainya pesanan saja,” katanya.

Perajin keramik di Kiaracondong memperoduksi dua jenis keramik, yaitu gerabah dan stoneware atau semi porselen. Keramik berbentuk guci dan piring hias ukuran besar dengan gaya Cina kuno yang paling banyak dicari konsumen.

Saat ini, sentra industri keramik di Kiaracondong sudah menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan luar Kota Bandung. Mereka tak hanya tertarik membeli keramik-keramik cantik, tapi juga tertarik untuk melihat proses pembuatannya.***

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait