Senin, 22 Oktober 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Yossi Irianto

Penggerak Reformasi Birokrasi di Pemkot Bandung

Selasa, 23 Januari 2018

Penggerak Reformasi Birokrasi di Pemkot Bandung
HumasBandung.go.id
SEKRETARIS Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto.*

HumasBandung - Bergelut dengan tata kelola pemerintahan menjadi rutinitas sehari-hari Yossi Irianto. Sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, menjadi tugas pria yang akrab disapa Kang Yossi ini untuk membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lembaga teknis daerah.

Menjabat sebagai Sekda sejak tahun 2013, Kang Yossi memulai kariernya di APDN. Di APDN, berbagai jabatan telah diembannya mulai dari Staf PD III APDN, Bagian Staf Keuangan APDN hingga Kabag Urdal APDN pada 1990. Di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Kang Yossi pernah menduduki jabatan mulai camat, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, hingga menjadi Sekda Kota Bandung.

Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama hampir 32 tahun, membuat Kang Yossi ingin terus meningkatkan kualitas ASN sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Salah satu yang dilakukannya bersama Pemkot Bandung adalah, melakukan reformasi birokrasi.

"Reformasi birokrasi sangat penting untuk membangun ASN yang mampu mengemban visi, misi. tugas, dan peranan masing-masing secara baik demi mewujudkan Bandung Juara yang unggul, nyaman, dan sejahtera," kata lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1985.

Kang Yossi berharap, birokrasi dapat mendorong pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui reformasi birokrasi, kinerja ASN perlu dipercepat, efektif, dan efisien sehingga dapat mengakselerasi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, terjadinya reformasi birokrasi ditandai dengan hadirnya perubahan, terutama dari sektor pelayanan publik, ketertiban administrasi, efisiensi anggaran, dan percepatan ketercapaian program pembangunan. "Perubahan tersebut dapat dilihat dari naiknya rangking akuntabilitas kinerja pemerintah kota dari nilai C menjadi A dalam kurun waktu 1 tahun dan secara konsisten performa tersebut mampu dipertahankan," kata pria yang lahir di Purwakarta, 29 April 1962 ini.

Kang Yossi berharap, konsistensi tersebut dapat dijaga. "Konsistensi bisa dijaga manakala kami menerapkan reformasi birokrasi berdasarkan sistem, bukan berdasarkan figur. Kami membangun fondasi-fondasi yang kuat melalui regulasi. Kami patenkan kebijakan kami ke dalam seperangkat aturan yang mengikat, agar siapapun pemimpinnya dan apapun kondisinya, sistem tersebut tetap berjalan. Kami telah menetapkan 32 Perwal sebagai tindak lanjut dari Perda Kota Bandung tahun 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Perwal tersebut mengatur tentang kedudukan, struktur organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung," paparnya.
Selain menjabat sebagai Sekda, anak bungsu dari enam bersaudara yangmenamatkan sekolah dasar dan sekolah mengengah pertamanya di kota kelahirannya ini, aktif di gerakan pramuka. Sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandung, Kang Yossi menggerakan Pramuka Kota Bandung hingga menjadi barometer Gerakan Pramuka di Jawa Barat dan nasional. Pegiat organisasi kepanduan dari berbagai daerah dan negara berdatangan ke Kota Bandung untuk belajar Pramuka.

Atas dedikasi serta komitmennya itu, Kang Yossi mendapatkan penghargaan kategori Golden Personality dari Rakyat Merdeka Online (RMOL) atas dedikasi, komitmen dalam kepemimpinan dan implementasi birokrasi. Pria yang memiliki hobi bermain catur, fotografi, dan bersepeda itu dinilai sebagai individu yang melakukan pekerjaan besar melewati kapasitas dan ruang tanggung jawabnya, termasuk perannya dalam Gerakan Pramuka.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait