Minggu, 24 Juni 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Profil
Muhammad Ridwan Kamil

Wali Kota Gaul yang Sarat Prestasi

Selasa, 16 Januari 2018

Wali Kota Gaul yang Sarat Prestasi
HumasBandung.go.id
WALI Kota Bandung, Muhammad Ridwan Kamil, ST., MUD.*

HumasBandung - Sosok wali kota satu ini sangat terkenal. Muhammad Ridwan Kamil, arsitek yang namanya kian meroket sejak terpilih sebagai Wali Kota Bandung pada tahun 2013 ini, tak hanya dikenal di kalangan masyarakat Kota Bandung saja, tetapi juga masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode 2013-2018, Kang Emil dianggap sebagai salah seorang yang telah membuat perubahan terhadap Kota Bandung. Gayanya yang kekinian, membuatnya dijuluki sebagai ‘Wali Kota Gaul”.

Kang Emil merupakan satu dari sedikit pemimpin daerah yang mampu memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan program-program pembangunan di Kota Bandung. Bahkan, pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini, menggunakan media sosial untuk menerima kritikan, pengaduan, sekaligus mengontrol kinerja aparatnya.

Sebelum menjadi wali kota, Kang Emil berprofesi sebagai arsitek. Telah banyak karya yang dihasilkannya, diantaranya Museum Tsunami di Aceh.

Kemampuannya di bidang arsitektur tak lepas dari kesukaannya berimajinasi saat kecil. Saat bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung, anak kedua dari pasangan Dr. Atje Misbach, S.H. dan Dra. Tjutju Sukaesih ini sangat suka membaca komik dan melihat foto kota-kota di berbagai negara.

Ketika duduk di bangku SMP Negeri 2 Bandung dan kemudian melanjutkan ke SMA Neger 3 Bandung, kesukaannya tak berubah. Tak heran ketika melanjutkan ke perguruan tinggi, Emil muda mengambil Jurusan Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lulus dari ITB tahun 1995, Kang Emil bekerja di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam ini juga, ia melanjutkan studi S2, tepatnya di University of California, Berkeley.

Sambil kuliah, Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Bersama sang istri yang dinikahinya tahun 1996, Atalia Praratya, pria berkacamata ini merasakan kerasnya hidup di negeri orang.

Tahun 2002, Kang Emil pulang ke Tanah Air untuk mengembangkan karir di Indonesia. Berbekal pengalaman dan kemampuan yang didapat di negeri Paman Sam, tahun 2004 ia mendirikan Urbane yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Urbane terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan.

Perusahaan yang didirikan bersama tiga orang rekannya ini telah menghasilkan berbagai karya arsitektural dan perencanaan desain kawasan. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Karya di dalam negeri antara lain Universitas Tarumanegara Kampus 1 Jakarta, Masjid Agung Sumatra Barat, Paramount Expo Surabaya, Masjid Cibubur Bogor, Bintaro X-Change Tanggerang , Kota Jababeka Remasterplan Cikarang, Kampus UMN Serpong, Jembatan Westdrain Ancol, Bottle House (Rumah Botol) Bandung, dan Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan Kab. Bandung Barat.

Pada tahun 2013, ayah dari Emmeril Khan Mumtadz (Eril) dan Cammilia Laetitia Azzahra (Zara) ini, dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai Wali Kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota. Pasangan ini menang telak dari tujuh pasangan lainnya dengan mengantongi 45,24% suara.

Tak hanya di bidang arsitektur , Kang Emil pun berhasil mengukir prestasi sebagai Wali Kota Bandung. Hal ini dibuktikan dengan ratusan penghargaan yang berhasil diraih Pemkot Bandung sejak tahun 2013 hingga tahun 2017. Selama kurun waktu tersebut, tercatat 299 penghargaan diterima Pemkot Bandung, terdiri dari 86 penghargaan provinsi, 200 penghargaan nasional, dan 13 penghargaan internasional. Penghargaan terbaru yang diterima oleh Pemkot Bandung adalah Kota Peduli Hak Asasi Manusia tahun 2017, Kota Cerdas Indonesia tahun 2017, dan Kota Terbaik dalam Kepatuhan dan Kualitas Tata Kelola Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tertinggi tahun 2017.

Meskipun telah berhasil membawa Kota Bandung sebagai kota berprestasi, namun Kang Emil tak lantas berbangga diri. "Hidup itu bukan untuk mencari penghargaan, bekerja bukan untuk mencari penghargaan. Tetapi penghargaan itu adalah bukti telah terjadinya perubahan,” ungkapnya usai mendapat penghargaan “10 Kepala Daerah Teladan” versi Tempo pada 3 Maret 2017, di Grand Sahid Jaya Hotrel, Jakarta.

Baginya tugas seorang pemimpin diantaranya ada dua yaitu membawa perubahan dan mengaklerasi kemajuan. Tak heran kalau ia terpilih menjadi salah satu kepala daerah teladan karena dinilai sudah mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membangun kemajuan wilayah yang dipimpinnya.

"Bagi seorang pemimpin banyak tugas yang diimbannya, diantaranya membawa perubahan dan mengaklerasi kemajuan,. Inovasi yang saat ini ada di Kota Bandung karena problemnya yang banyak. Jadi jika ada yang bertanya berapa banyak inovasi di Kota Bandung, jawabannya sebanyak problem di Kota Bandung," katanya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait