Senin, 26 Agustus 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Dispangtan Siapkan 35.000 Kalung Hewan Kurban

Kamis, 1 Agustus 2019

Dispangtan Siapkan 35.000 Kalung Hewan Kurban
Dhea Restu Pradana/Humas.Bandung.go.id
KEPALA Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar di Bandung Menjawab.*

HumasBandung - Setiap menjelang idul kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung menerjukan satgas pemeriksaan hewan agar masyarakat dapat mengkonsumsi daging hewan korban dengan aman. Satgas ini disebar di 130 kecamatan untuk seluruh penjual hewan kurban.

Hewan yang sehat setelah diperiksa akan dikenakan kalung layak dan sehat. Sementara hewan yang tidak sehat akan dipisahkan dengan yang lain dan akan dikenakan tanda silang.

Seperti dikemukakan Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, pada tahun ini Dispangtan menyiapkan 35 ribu kalung untuk hewan kurbang yang sehat dan layak. Pasalnya diprediksi tahun ini jumlah hewan kurban akan mengalami kenaikan sekitar 5%-10%.

"Pada tahun lalu jumlah hewan kurban ada 24.911 ekor baik itu sapi ataupun kambing. Dari total tersebut ada 186 ekor sapi dan 2.219 ekor domba dinyatakan tidak layak," kata Gin Gin pada Bandung Menjawab yang digelar di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (1//2019).

Dikatakan Gin Gin, syarat hewan yang dinyatakan layak kurban yakni, sehat, tidak kurus, jantan dan ccukup umur. "Sapi harus berumur dua tahun ke atas, sementara kambing satu tahun ke atas. Atau ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap, bulu halus dan bersih," katanya.

Gin Gin juga menyatakan, tugas dari satgas dalam memeriksa hewan kurban dimulai dari H-13 sampai H+3 mulai dari ante mortem hingga post mortem. "Alhamdulillah, banyak penjual sudah melakukan pemeriksaan sehingga memudahkan satgas dalam memastikan layak dan aman pada hewan kurban," cetusnya.

- Dispangtan sudah melakukan pelatihan pada pemotongan hewan yang halal, dimulai tahun 2014 sampai hari ini. Selain itu juga melalukan sosialiasi publikasi kepada masyarakat terkait info hewan kurban.

Saat ini Kota Bandung belum mempunyai pasar hewan, untuk itu Dispangtan mengimbau kepada penjual untuk memanfaatkan lahan seperti lapangan daripada trotoar untuk berjualan hewan kurban.

"Kami juga berharap agar kesadaran masyarakat Kota Banding untuk berkurban lebih tinggi. Selain itu juga mengimbau agar memilih hewan yang berlabel namun labelnya jangan dilepas," demikian Gin Gin.* humas.bandung.go.id

 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait