Sabtu, 19 Oktober 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Jelang Ramadan, Kenaikan Harga di Kota Bandung Masih Wajar

Kamis, 25 April 2019

Jelang Ramadan, Kenaikan Harga di Kota Bandung Masih Wajar
Humas.Bandung.go.id
KEPALA Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Ermariah.*

HumasBandung - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas di Kota Bandung masih dalam tahap wajar. Pemkot Bandung masih dapat mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Kenaikan harga biasanya disebabkan kebutuhan komoditasnya yang meningkat. Jika suplainya aman, kenaikan itu masih bisa dikendalikan dalam batas wajar. Menjadi masalah adalah saat permintaannya tinggi, suplainya sedikit. Di kota Bandung masih dalam angka wajar," papar Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Ermariah dalam Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (25/4/2019).

"Kami berkoordinasi dengan para pemasok daging sapi, ayam potong, telur buah-buahan dan sayuran guna memastikan ketersediaan komoditas tersebut," lanjutnya.

Untuk menjaga ketersediaan sejumlah komoditas, Dispangtan sudah bekerja sama dengan PD Pasar Bermartabat, Dinas Perdagangan dan Industri serta produsen komoditas. Tak hanya menjelang Ramadan tetapi juga hingga Hari Raya Idulfitri nanti.

Berkaca pada data di Tahun 2018, konsumsi daging sapi bisa meningkat hingga tujuh kali lipat, apalagi saat menjelang lebaran.

"Normalnya, pemotongan sapi berada di angka 85 ekor per hari. Jumlah tersebut naik menjadi 330 ekor per-hari saat munggahan, dan mencapai 667 ekor per-hari saat H-2 Lebaran," papar Ermariah.

Sementara itu komoditas telur mengalami peningkatan permintaan konsumen, terutama menjelang Lebaran. Hal itu karena banyaknya produsen makanan berupa kue yang membutuhkan bahan pokok telur.

Untuk meredam lonjakan harga komoditas bahan pangan, Pemkot Bandung juga bersiap menggelar operasi pasar.

Kepala Seksi Distribusi Pangan Dispangtan Kota Bandung, Asep Rustian mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung agar tidak “panic buying” saat berbelanja untuk kebutuhan pangan jelang Ramadan.

"Kenaikan harga juga bisa disebabkan oleh konsumen yang mengalami panic buying, takut kehabisan, sehingga angka permintaan komoditas melonjak. Jika tak dibarengi peningkatan suplai, hal ini bisa berdampak pada kenaikan harga,” katanya.

“Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir. Berbelanjalah sesuai kebutuhan. Suplai bahan pangan di Kota Bandung aman. Dan kenaikan harganya masih dalam batas normal," imbuhnya.* humas.bandung.go.id
 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait