Selasa, 25 Juni 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    19 Maret 2019 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Wakil Wali Kota Minta Pelatihan UMKM Sampai Pendampingan

WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap setiap organisasi apapun yang bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya sekadar memberikan pelatihan saja. Namun juga turut mendampingi sampai ilmu yang diberikan tersebut mampu diaplikasikan.

Wakil wlai kota melontarkan hal itu saat menerima Junior Chamber International (JCI) Chapter Bandung. JCI merupakan organisasi internasional para profesional dan wirausaha muda dari 124 negara.

Menurut wakil wali kota, apabila JCI hendak berpartisipasi dalam pengembangan UMKM hendaknya bisa mendampingi secara berkesinambungan. Perihal hasil akhirnya, para pelaku UMKM sudah diarahkan lebih mandiri.

"Jangan sampai pelatihan terus dikasih sertifikat dan lepas gitu aja. Kalau bisa pendampingan sampai dia mandiri. Ini harus berkelanjutan," katanya di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Koota, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/3/2019).

Ia mengatakan, kehadiran pihak ketiga diperlukan untuk turut membangun kolaborasi pengembangan masyarakat Kota Bandung, tanpa terkecuali para pelaku UMKM. Untuk itu, ia mengingatkan agar program kerja sama ataupun pelatihan harus memberikan dampak yang lebih nyata dan dirasakan oleh masyarakat.

"Kalau ada program ini bisa jadi partner kita, dan kita butuh keterlibatan stakeholder," ujarnya.

Sementara itu, Local President JCI Chapter Bandung, Titin Agustina memaparkan, saat ini pihaknya sudah menyusun empat program prioritas yang akan digarap tahun ini. Keempatnya dituangkan dalam sektor Kota, Karsa, Asa dan Daya.

Titin menyatakan, untuk program kota ini JCI merumuskan wujud kepedulian organisasi terhadap Kota Bandung. JCI Chapter Bandung lebih berkonsentrasi pada bidang transportasi, yakni mengampanyekan keselamatan berkendara.

"Itu lebih konsen ke empowering pelatihan pelaku UMKM sehingga mampu mempersapkan diri untuk acara internasional. Daya lebih ke internal organisasi bagaimana developing dan training," ucap Titin.

Untuk program Karsa, lanjut Titin, JCI ingin membuat sebuah terobosan soal pengelolaan sampah. Yakni menggunakan sampah untuk dimanfaatkan membayar asuransi.

"Karsa itu platform voulenteer, nanti programnya akan kita buat bayar asuransi (BPJS) pakai sampah. Kita akan bekerja sama dengan bank sampah untuk besaran nilainya," terangnya.

 

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung

Dedi Priadi Nugraha


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR