Kamis, 21 Februari 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan
Pipa Transmisi Cisangkuy Sudah Beroperasi

PDAM Pastikan Pelayanan kepada Pelanggan Kembali Normal

Selasa, 27 November 2018

PDAM Pastikan Pelayanan kepada Pelanggan Kembali Normal
Humas PDAM Tirtawening
PIPA transmisi Cisangkuy milik PDAM Tirtawening Kota Bandung yang pecah pada Minggu (25/11/2018) dini hari lalu, sedang diperbaiki. Sejak Senin (26/11/2018), pipa sudah tersambung dan pelayanan kepada pelanggan sudah kembali normal.*

HumasBandung - Kabar gembira bagi pelanggan air bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung. Saat ini pipa transmisi Cisangkuy sudah dapat beroperasi, sehingga pelayanan kepada pelanggan kembali normal.

"Alhamdulillah atas kerja keras semua, doa-doa dari kita semua, perbaikan pipa yang kemarin bocor saat ini susah dapat tersambung sejak Senin (26/11/2018) malam. Jadi sekarang ini dalam progres pengaliran," ungkap Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (27/11/2018).

Pipa transmisi Cisangkuy sempat pecah pada Minggu (25/11/2018) dini hari lalu. Akibat pipa berusia 28 tahun tersebut pecah, sebanyak 103.569 pelanggan tidak terlayani air bersih.

Sonny mengungkapkan, pipa sudah tersambung sejak Senin (26/11/2018) malam. Saat ini sedang dalam progres pengaliran, sehingga memerlukan waktu untuk mengalirkan air sampai ke rumah-rumah pelanggan.

"Insya Allah sudah normal. Tapi ke pelanggan mungkin butuh waktu sampai besok (Rabu), karena kan ketika kemarin berhenti dua hari, pipa di distribusi se-Bandung kan pasti kosong. Berarti perlu waktu mengisi ulang. Normal-normalnya paling besok lah. Walaupun hari ini sudah beroperasi normal, tapi untuk menormalkan lagi ke masyarakat butuh satu hari lagi," jelasnya.

Sonny menuturkan, pecahnya pila transmisi Cisangkuy yang telah berusia 28 tahun tersebut, diperkirakan akibat tekanan air yang besar mengalir secara mendadak.

"Penyebabnya karena tekanan besar yang mendadak, karena di situ pipanya sengaja dibedakan. Ketika ada water hammer atau tekanan air yang bertambah secara mendadak, pipa air di situ yang akan pecah," imbuhnya.

Pipa transmisi yang pecah berbahan Ductile Cast Iron Pipe (DCIP). Sementara pipa-pipa lainnya berbahan steel yang lebih kuat. Sonny memastikan, sistem perawatan pipa sudah sesuai dengan prosedur, yakni dengan mengatur tekanan air dalam pipa.

Mengenai usul untuk menngganti pipa keseluruhan, Sonny menilai, saat ini hal itu bukan solusi yang bijak. Pasalnya membutuhkan biaya sangat besar untuk mengganti pipa sepanjang 32 km.

"Pilihan bijak saat ini adalah, bagaimana kita tetap melakukan upaya preventif sehingga potensi untuk terjadinya bocor ini bisa kita tekan," katanya.

Sementara itu, kepada pemilik rumah yang bangunannya rusak akibat pecangnya pipa transmisi Cisangkuy, Sonny mengatakan, mereka akan mendapat ganti rugi. PDAM Tirtawening sudah menginventarisasi nilai kerugian termasuk untuk penggantian bagi warga.

"Untuk perbaikan pipa biasanya Rp200-300 juta. Untuk warga mungkin tidak lebih dari Rp100 juta," katanya.* humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR