Kamis, 20 Juni 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    31 Oktober 2018 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Museum Kota Bandung Resmi Dibuka untuk Umum

KOTA Bandung yang sarat sejarah kini memiliki gedung museum sendiri. Museum Kota Bandung terletak di Jalan Aceh No. 47 atau persis di seberang Taman Sejarah dan Bandung Planing Gallery yang telah lebih dulu diresmikan.

Museum Kota Bandung diremikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Rabu (31/10/2018).

Sebelum menjadi museum, gedung berusia 98 tahun itu dulunya didirikan untuk Sekolah Taman Kanak-Kanak (Frabelschool) oleh Loge Sint Jan, kelompok Vrimerselarij (Freemasonry) Bandung. Setelah gedung itu dinasionalisasikan dan berberapa kali berganti fungsi, kini warga Kota Bandung dapat menikmati sejarah kota di gedung yang bersejarah pula secara gratis.

Ketua Tim Pendiri Museum Kota Bandung, Hermawan Rianto mengatakan, museum terbagi menjadi dua area kunjung utama. Area pertama adalah, area depan yang merupakan gedung cagar budaya tipe A. Di area ini ditampilkan sejarah Kota Bandung dan sejarah pergerakan kebangsaan.

“Kehadiran Museum Kota Bandung ini sebagai museum budaya yang diperuntukkan sebagai wadah kajian pengembangan sejarah untuk generasi selanjutnya,” tutur Hermawan.

Sedangkan area belakang akan diisi dengan produk budaya Kota Bandung, mulai dari agama, seni, sosial, budaya, ekonomi, hingga teknologi. Di gedung modern setinggi 3 lantai itu akan diisi dengan artifak yang didominasi oleh 60% foto, 20% dokumen dan arsip, 10% grafis, dan 10% artifak lain.

Benda-benda koleksi dan materi museum berasal dari berbagai sumber sejarah, baik peninggalan sejarah yang ada di masyarakat maupun materi sejarah dari museum-museum di Indonesia dan Belanda.

“Kita sudah bekerja sama dengan museum di Belanda untuk pengembangan materi sejarah di Museum Kota Bandung,” ungkap Hermawan.

Ia menambahkan, museum ini akan dikelola secara profesional oleh para kurator. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu agama, sejarah, teknologi, budaya, dan lain-lain.

“Hal yang sangat sulit dalam pembuatan museum adalah pengumpulan materi. Materi harus dievaluasi dicek kembali. Itu yang membuat (jadwal) kami mundur Karena kami tidak ingin sampai sejarah itu salah,” ujar Hermawan.

Wali Kota Bandung pun mengapresiasi pembukaan museum yang telah digagas sejak tahun 2015 itu. Bangunan fisik gedung tersebut dibangun dengan menggunakan dana APBD tahun 2016 dan 2017. Sementara pengisian materi museum berasal dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank bjb.

“Bagi saya museum adalah etalase kota, tidak hanya bicara soal sejarah dan fosil peninggalan purba. Tetapi lebih dari itu, kita bisa melihat perkembangan seni dan budaya teknologi di sebuah kota dari museumnya,” jelas wali kota.

Ia berharap, museum ini dapat menjadi destinasi wisata baru bagi warga Bandung maupun wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Dengan begitu, masyarakat akan semakin mengenal Kota Bandung yang kaya akan sejarah.

 

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung

Dedi Priadi Nugraha


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR