Sabtu, 20 April 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Pemkot Komit Terus Gali dan Lestarikan Budaya Kota Bandung

Kamis, 30 Agustus 2018

Pemkot Komit Terus Gali dan Lestarikan Budaya Kota Bandung
Suhendro Drajad/Humas.Bandung.go.id
KOORDINATOR Tim Penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Bandung, Rieza Dienaputra pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (30/8/2018).*

HumasBandung - Kekayaan budaya harus digali dan dilestarikan. Upaya penggalian dan pelestarian budaya salah satunya melalui perencanaan pembangunan. Selain itu, perlu memberikan apresiasi kepada para penggiat kebudayaan.

Demikian dikemukakan Koordinator Tim Penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Bandung, Rieza Dienaputra pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (30/8/2018). “Jika hal ini berjalan dengan baik, maka dapat mempengaruhi peradaban dunia,” cetusnya.

Agar kebudayaan Kota Bandung lestari, demikian Rieza, masyarakat harus diajak peduli dan terlibat. Juga perlu memberikan apresiasi kepada para penggiat kebudayaan.

“Kami rekomendasikan memberikan reward kepada para pelaku atau aktifis kebudayaan, yaitu seperti studi lanjut, program sarjana atau pascasarjana,” katanya.

Dengan cara seperti itu, jelas Rieza, kekayaan intelektualnya akan lebih berkembang dan rasa sayang kepada kebudayaan pun bertambah. Reiza pun mengajak kepada masyarakat agar melestarikan budaya demi mengharumkan kebudayaan Kota Bandung.

“Contohnya permainan rakyat, 60 persen itu sudah tidak berkembang lagi. Sisanya, 40 persen yang ada itu memang sekarang terbatas saja. Maka mari kita lestarikan dengan penggiat kebudayaan,” tutur Reiza.

Menurut Rieza, sarana dan prasarana di Kota Bandung sudah lengkap. Semuanya sudah terletak dan tercatat dengan baik.

“Sarana dan prasarana Kota Bandung itu salah satu yang besar di Indonesia. Kita punya museum, perpustakaan, taman budaya, hutan kota, mal dan sebagainya. Baiknya untuk ke depan menghadirkan ruang akses bagi tempat berekspresi,” tegasnya.

Kepala Bidang Pengkajian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Tjep Dahyat, juga mengajak masyarakat dan penggiat kebudayaan agar terus menggali dan melestarikan kebudayaan Kota Bandung.

“Berangkat dari pemahaman kebudayaan, bagaimana caranya kita bertindak lokal tetapi berpikir global,” ujar Tjep.

Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan maka kebudayaan dan perekonomian akan berkembang. “Akan lebih kukuh sehingga berwarna, dunia pariwisata dan ekonomi berkembang,” demikian Tjep.

Perlu diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah memberikan pemikiran tentang pembangunan kebudayaan daerah di Indonesia. Sumbangan pemikiran tersebut diberikan dalam bentuk dokumen PPKD Kota Bandung kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil menyerahkan secara langsung dokumen tersebut di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Mengenai Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), terdapat 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OBK). Terdiri dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.* andryan - humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait