Kamis, 20 Juni 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan

Pemkot Bandung dan BIGRS Kampanyekan #StopNgebut

Kamis, 16 Agustus 2018

Pemkot Bandung dan BIGRS Kampanyekan #StopNgebut
Dea/Humas.Bandung.go.id
BANDUNG Menjawab yang digelar di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh, Kamis (16/8/2018), mengangkat topik kampanye #StopNgebut.*

HumasBandung - Berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety  (BIGRS)  mengampanyekan #StopNgebut. Kampanye #StopNgebut diluncurkan pada acara Bandung Menjawab, Kamis (16/8/2018), di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh, Bandung.

Kampenye #StopNgebut merupakan kampanye media ketiga yang dilakukan Pemkot Bandung dan BIGRS. Kampanye ini terkait isu keselamatan jalan yang secara luas menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya berkendara sesuai dengan batas kecepatan yang dianjurkan. Data Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung dan Jasa Raharja, selama tahun 2017 terjadi 505 kasus laka lantas di Kota Bandung.

Kampanye pertama dan kedua bertajuk "Klik Biar Selamat" yang diluncurkan pada tahun 2016 dan 2017. Kampanye pertama dan kedua yang menyoroti masalah pemakaian helm dan sabuk keselamatan secara benar tersebut, berhasil menjangkau lebih dari 3 juta orang.

Penjelasan mengenai kampanye #StopNgebut di Bandung Menjawab, disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara; Vital Strategies Communication Officer BIGRS, Rachfiansyah; Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung Tammi Lasmini; dan Kepala Sub Unit Laka Polrestabes Bandung, Iptu Angga Handiman. Hadir juga sebagai narasumber, Aam Imaduddin, orang tua Mizan, korban meninggal dunia laka lantas yang ditabrak pengendara ngebut.

Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang, Tammi Lasmini menyebutkan, dari 505 kejadian laka lantas di Kota Bandung pada tahun 2017, sebanyak 121 kasus atau 21 persen di antaranya tercatat melibatkan berkendara melebihi batas kecepatan.

"Pada tahun 2016, laka lantas ini merupakan penyebab kematian nomor 10 di Kota Bandung," katanya.

Untuk menekan laka lantas, Pemkot Bandung bekerja sama dengan sejumlah pihak, mendesain simpang jalan yang bisa meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Juga melengkapi rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum.

"Semua itu dalam upaya menekan angka laka lantas di Kota Bandung,” kata Tammi Lasmini.

Kampanye "StopNgebut diharapkan dapat mengurangi tingkat kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas. “Diskominfo bersama Bagian Humas dan OPD terkait akan memanfaatkan semua jalur media komunikasi agar masyarakat sadar dan turut membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas),” ungkap Kepala Diskominfo, Ahyani Raksanagara.

Melalui kampanye #StopNgebut, lanjutnya, pengendara dan penumpang kendaraan diimbau agar senantiasa memacu kendaraan bermotor mereka untuk mencegah kematian dan cedera fatal jika terjadi tabrakan.

Batas kecepatan berkendaraan bermotor ditetapkan secara nasional dan tercantum dalam Undang Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 111 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Kendaraan.

Kampanye #StopNgebut didukung dengan upaya-upaya tambahan, termasuk operasi penindakan yang biasa dilakukan oleh pihak kepolisian. Razia terhadap pelanggaran lalu lintas oleh polisi ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Sementara itu, terkait operasi yang dilakukan untuk meminimalisir laka lantas, Polrestabes Bandung secara rutin melakukan operasi. "Kami melakukan operasi zebra pada akhir tahun dan operasi simpatik yang biasa dilakukan tengah tahun. Langkah tersebut untuk meminimalisasi laka lantas,” ujar Kepala Sub Unit Laka Polrestabes Bandung, Iptu Angga Handiman.

Menurut Angga Handiman, operasi yang dilakukan Polrestabes Bandung membantu menekan angka laka lantas. Ia menyebutkan, jumlah laka lantas di Kota Bandung mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir ini.

"Pada periode Januari-Juni 2018, angka laka lantas sebanyak 220 kasus. Itu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yakni sebanyak 255 kasus," katanya.* fauzan - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR