Minggu, 23 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    14 Mei 2018 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Pemkot Bandung Gelar Operasi Praja Wibawa Jaga Ketertiban Saat Ramadan

MENJELANG bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Praja Wibawa 2018 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (14/5/2018). Pemkot Bandung menggelar operasi ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan Kota Bandung selama Ramadan.

Apel tersebut diikuti oleh berbagai elemen pengamanan kota, mulai dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat, Dinas Perhubungan, aparatur kewilayahan, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana hingga tim Unit Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum.

Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin mengatakan, Kota Bandung harus mulai bersiaga menghadapi bulan Ramadan. Pasalnya, pendatang diprediksi menyerbu Kota Bandung. Hal ini karena sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung adalah magnet bagi para pelaku ekonomi.

Menurutnya, Ramadan biasa dijadikan momentum untuk memperoleh lebih banyak pundi-pundi. Sayangnya, tak jarang kedatangan mereka ke Kota Bandung, khususnya para Pedagang Kaki Lima, tidak dibarengi dengan pengetahuan atas peraturan yang berlaku di Kota Bandung.

Oleh karena itu, ia berharap, para petugas di lapangan tidak membiarkan terjadi pelanggaran pada zona-zona merah, terutama pada kawasan 7 titik yaitu Kawasan Alun-alun, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Kepatihan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Merdeka.

"Karena awal mula PKL yang menjamur itu dari satu dua pedagang yang melanggar kemudian dibiarkan. Makanya saya minta ke aparatur kewilayahan untuk turut membantu, karena Satpol PP saja tidak cukup. Ini tugas bersama," ungkap Solihin saat memimpin langsung apel.

Solihin menambahkan, penegakkan aturan itu bukan berarti melarang para PKL untuk berjualan guna mencari nafkah. Ia hanya meminta agar mereka menaati aturan yang berlaku di Kota Bandung.

"Kalau mereka ingin dihargai, hargai juga apa yang ditetapkan Pemkot," katanya.

Di sisi lain, ia juga ingin ketertiban dan keamanan Kota Bandung selama Ramadan tetap terjaga. Ia tidak ingin menjamurnya PKL, terutama di kawasan 7 titik, membuat suasana kota menjadi tidak nyaman.

"Kita harus memberikan kenyamanan bagi aktivitas masyarakat Kota Bandung. Jangan sampai aktivitas mereka terganggu hanya karena orang-orang yang melanggar ketentuan," tegasnya.

Ia pun tetap mengimbau kepada aparat agar melakukan penertiban dengan cara-cara yang baik. Sifat-sifat kemanusiaan harus tetap dikedepankan.

"Kita melaksanakan pendekatan secara kemanusiaan, tidak dengan kekerasan," ujarnya.

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Yayan A. Brillyana


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR