Rabu, 26 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Layanan Siaran Pers


logo humas bandung
SIARAN PERS
Tanggal    3 Maret 2018 Disiapkan oleh    Humas Kota Bandung
UNTUK SIARAN CEPAT

barkop

Penting, Pendidikan Kesehatan bagi Remaja

MASA remaja adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan manusia, baik secara fisik maupun psikis. Remaja merupakan masa peralihan antara anak-anak menuju dewasa. Oleh karena itu, anak pada rentang usia tersebut seringkali dianggap rawan sebab secara psikologis masih labil dan masih dalam proses pencarian jati diri.

Di masa itu pula, remaja mulai diberikan kepercayaan oleh orang tua untuk menentukan pilihan. Ia mulai dididik untuk berani melakukan segala sesuatunya sendiri. Sifat-sifat kemandirian mulai dipupuk untuk membangun mental yang kuat.

Sementara itu, kondisi lingkungan tidak selamanya mendukung terhadap tumbuh kembang anak. Adakalanya, bahaya narkoba, HIV, dan seks bebas mengintai di sekeliling kita. Oleh karena itu, para remaja harus dipersiapkan secara matang agar mampu bertahan menghadapi tantangan dunia luar.

Sebagai bagian dari proses pembinaan terhadap masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin mengambil peran dalam pendidikan remaja, terutama yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi mereka. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Eddy Marwoto mengungkapkan, pihaknya memiliki serangkaian program khusus ditujukan pada remaja.

Salah satu programnya adala Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Program tersebut merupakan wadah yang bertujuan memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja, yakni tiga masalah yang biasanya dihadapi remaja, yaitu Seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza, keterampilan hidup, gender, serta keterampilan advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).

“Diharapkan dengan adanya PIK remaja di lingkungan remaja akan sangat membantu mereka untuk memperoleh informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja mereka,” ungkap Eddy.

Mengawali program tersebut, Eddy beserta jajaran menggelar pembinaan PIK di SMPN 52 Bandung, Jumat (2/3/2018). Di sekolah tersebut, Eddy mengajak seluruh perangkat sekolah untuk menyukseskan program nasional itu. Menurutnya, tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga lingkungan sekolah, pertemanan, dan tanggung jawab remaja itu sendiri.

“Saya imbau semuanya agar PIK ini bisa betul-betul dimanfaatkan dengan baik agar tidak ada lagi remaja yang salah memilih pergaulan sehingga terjerumus kepada hal-hal negatif,” ujarnya.

Selain di SMPN 52 Kota Bandung, DPPKB juga akan menggelar pembinaan PIK di 6 sekolah lainnya, yaitu SMP Al Husaniyah pada Jumat, 9 Maret 2018, SMA Nusantara (Senin, 12 Maret 2018), SMA Bunga Bangsa dan SMA Hidup Baru (Senin, 19 Maret 2018), serta SMK PGRI dan SMK Bakti Mandiri (Jumat, 23 Maret 2018).

Setiap pembinaan PIK, ada konselor yang akan memberikan materi tentang kesehatan remaja. Kegiatan itu akan diakhiri dengan pembentukan tim PIK Remaja di lingkungan sekolah.

Kabag Humas Setda Kota Bandung
Yayan A. Brillyana


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR