Sabtu, 20 April 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Saung Angklung Udjo Akan Kampanyekan Kang Pisman Kepada Wisatawan

Senin, 21 Januari 2019

Saung Angklung Udjo Akan Kampanyekan Kang Pisman Kepada Wisatawan
Istimewa/Humas.Bandung.go.id
SAUNG Angklung Udjo yang merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Kota Bandung, akan mengampanyekan Gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang merupakan bagian dari program kebersihan lingkungan yang digulirkan Pemerintan Kota (Pemkot) Bandung.*

HumasBandung - Saung Angklung Udjo menyatakan dukungannya terhadap Gerakang Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang merupakan bagian dari program kebersihan lingkungan yang digulirkan Pemerintan Kota (Pemkot) Bandung.

Direktur Utama Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo saat bertemu dengan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (21/1/2019), menyatakan kesiapannya untuk mengampanyekan Kang Pisman kepada wisatawan. Saung Angklung Udjo merupakan salah satu objek wisata yang menjadi tujuan wisatawan.
 
“Kita akan ajak para wisatawan untuk memilah sampah. Karena di tempat kami memang menyediakan tempat sampah organik dan anorganik,“ ujar Taufik kepada wali kota.

Taufik mengatakan, mengampanyekan Kang Pisman merupakan salah satu cara untuk membuat wisatawan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Minimal saat para wisatawan berada di Kota Bandung, mereka memahami budaya Kang Pisman yang sedang ditumbuhkan oleh Pemkot Bandung.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku akan terus berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program Kang Pisman. Sebelumnya, sejumlah pusat perbelanjaan, tempat pendidikan dan perkantoran juga mulai menerapkan Gerakan Kang Pisman.

"Saya ajak warga Bandung untuk berkolaborasi. Kita ciptakan Kota Bandung lebih nyaman. Dengan Kang Pisman, kita budayakan mencintai lingkungan," ujarnya.

Oded yakin Kang Pisman mampu membuat warga Bandung lebih peduli lingkungan. Kang Pisman yang lahir tahun 2018, diyakini mampu mewujudkan Bandung yang nyaman dan bersih. 

"Kita terus sosialisasikan kepada masyarakat dan tim relawan yang sudah berkontribusi. Meskipun banyak penggiat, kita tetap evaluasi terus. Karena prinsipnya ketika kita mau bangun sebuah peradaban, harus dengan kesabaran, keuletan. Terpenting berkelanjutan," katanya.* andryan - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait