Sabtu, 19 Oktober 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Perkembangan Kondisi Cuaca Wilayah Indonesia Menjelang Akhir Tahun 2018

Senin, 31 Desember 2018

Perkembangan Kondisi Cuaca Wilayah Indonesia Menjelang Akhir Tahun 2018
BMKG

HumasBandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya melalui bmkg.go.id, Kamis (27/12/2018), menyampaikan perkembangan kondisi cuaca di Indonesia menjelang akhir tahun 2019.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo menjelaskan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah utara.

Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi-kondisi tersebut diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, 28-31 Desember 2018.

Wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat antara lain Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku bagian selatan.

Disisi lain, beberapa daerah juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam. Wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang antara lain Lampung,, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku bagian selatan, dan Papua Barat.

Sementara itu, potensi gelombang tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB, Perairan Kep. Anambas dan Selatan Kep. Natuna, Laut Jawa, Perairan Utara Kep. Kangean, Perairan Kep. Sangihe - Talaud, Perairan Manado - Bitung, Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur, Laut Maluku, Perairan Utara Kep. Halmahera, serta Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

Potensi gelombang tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Utara Kep. Nias, dan Laut Natuna Utara.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari kedepan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi.

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar Mulyono.

Bagi masyarakat memperoleh informasi terkini, BMKG menyiapkan layanan informasi cuaca 24 jam. Informasi bisa diperoleh melalui call center 021-6546315/18; http://www.bmkg.go.id; follow @infobmkg; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait