Sabtu, 20 April 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Kamus, Inkubator Bagi Perempuan Memahami Perannya di Keluarga dan Masyarakat

Sabtu, 29 Desember 2018

Kamus, Inkubator Bagi Perempuan Memahami Perannya di Keluarga dan Masyarakat
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id
SITI Muntamah yang akrab disapa Umi, saat berbicara di depan peserta Kajian Muslimah (Kamus) yang diselenggarakan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaunm, Bandung, Sabtu (29/12/2018). Rencananya Kamus akan digelar setiap satu bulan sekali sebagai wadah kaum perempuan memahami posisinya di keluarga dan masyarakat.*

HumasBandung - Kajian Muslimah (Kamus) untuk pertama kalinya diselenggarakan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Bandung, Sabtu (29/12/2018). Rencananya kegiatan yang digagas Siti Muntamah, istri Wali Kota Bandung, Oded M. Danial ini, akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali secara tematik.

Penyelenggaraan Kamus edisi pertama bertepatan dengan hari ke-100 masa pemerintahan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Selain dihadiri Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, kegitan ini diikuti sekitar 1.200 perempuan yang terdiri dari para ibu rumah tangga, komunitas perempuan, para istri kepala dinas, dan para istri camat. 

Siti Muntamah yang akrab disapa Umi, menuturkan bahwa Kamus bertujuan untuk membina perempuan di Kota Bandung supaya menjadi agen perubahan di masyarakat. Pada kegiatan ini, para perempuan diajak untuk mengenal potensi dan peran pentingnya di dalam keluarga dan masyarakat. 

Umi merancang forum strategis ini menjadi inkubator yang memberikan pemahaman kepada para perempuan tentang tugas dan fungsinya sebagai individu. Hal itu  agar bisa bermanfaat di dalam keluarga dan masyarakat. 

"Forum ini akan kita jadikan sebagai shelter, corong. Mereka akan menjadi penyambung lidah yang akan menyampaikan kepada masyarakat begitu banyak keluarga yang belum sampai ilmu di ranah rumah mereka. Sehingga yang mengetukkan yang mengantarkan adalah mereka. Mereka adalah agent of change dari apa yang mereka dapatkan hari ini," tuturnya.

Umi sangat percaya bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk membangun peradaban melalui unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Untuk itu, ia ingin mengembalikan fungsi perempuan dalam merawat dan memperkuat ketahanan keluarga.

Keluarga yang kokoh, lanjutnya, dapat memberi dampak besar. Ia menganalogikan obat nyamuk yang melingkar semakin besar. Masyarakat yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Kekuatan inilah yang dibina oleh perempuan di setiap keluarga.

Keluarga adalah bagian dari masyarakat yang secara masif terus meluas seperti obat nyamuk. Jika keluarga baik, maka masyarakat akan semakin baik, yaitu dengan mengembalikan lagi makna dari muslimah itu sendiri, fungsi dan perannya.

"Peran terdekatnya di lingkungan keluarga, sebagai istri, sebagai ibu, dan menjadi anggota masyarakat yang kita harapkan," katanya.

Menurutnya perempuan pun dapat menjadi katalisator yang mendukung kesuksesan program pemerintah. "Kita harapkan peran muslimah ini yang jumlahnya lebih dari 50% di Kota Bandung mampu menghadirkan partisipasi aktif di dalam membantu dan menyukseskan pembangunan. Sesuai dengan visi Kota Bandung lima tahun yang akan datang, yaitu menghadirkan nilai-nilai keunggulan pribadi keluarga,” katanya.

Visi lainnya adalah, menguatkan nilai spiritualitas, menghadirkan adab, budaya dan kinerja yang baik dan dibarengi ilmu yang luas, dengan literasi yang terus kita hadirkan melalui Kamus.

Kegiatan Kamus memperoleh dukungan Wali Kota Bandung, Oded M danial. Ia berbagi tugas dengan Umi untuk membangun Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis.

"Kamus ini sengaja dirancang menjadi wadah kajian muslimah, sebagaimana judulnya. Karena Umi ingin peran kaum muslimah di Kota Bandung harus optimal sebagaimana digambarkan Allah dalam Alquran dan hadis dengan sangat luar biasa," katanya.

Ia meyakini di balik lelaki yang hebat pasti ada perempuan hebat yang mendukung di belakangnya. Untuk itu, wali kota mendorong para perempuan untuk tidak sekadar menjadi perempuan biasa, melainkan bisa menjadi pilar negara. 

"Wanita itu tiangnya negara. Sebuah negara kalau tidak ada wanita pasti akan hancur sebab wanita adalah para pendidik putra putrinya. Meskipun begitu, bukan berarti perempuan tidak dapat berkiprah secara sosial di masyarakat. Itulah hebatnya perempuan," katanya.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait