Selasa, 21 Mei 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Kang Pisman Hadir di SMPN 28

Senin, 10 Desember 2018

Kang Pisman Hadir di SMPN 28
Rizal Fadillah Siptriandy/Humas.Bandung.go.id
WALI Kota Bandung, Oded M. Danial saat menandatangani Ikrar Pencananganan Kang Pisman di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 28 Kota Bandung, Senin (10/12/2018).*

HumasBandung - Program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mengelola sampah, yaitu Kang Pisman (Kurangi Pisahkan Manfaatkan) semakin mengangkar di dunia pendidikan. Kali ini giliran Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 28 Kota Bandung mencanangkan pelaksanaan program unggulan Pemkot Bandung tersebut.

Pencanangan ditandai dengan pembacaan iklar oleh seluruh siswa SMP Negeri 28, Senin (10/12/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Ikrar yang dibacakan para siswa berisi empat poin. Pertama, mengakui program Kang Pisman membawa perubahan baik terhadap lingkungan. Kedua, melakukan zero waste dengan membawa tempat makan, minum, dan lap setiap hari. Ketiga, memilah sampah sesuai dan memanfaatkan di bank sampah. Keempat, turut berpartisipasi aktif menciptakan kenyamanan lingkungan. 

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi hal tersebut. Ia berharap, gerakan ini tak hanya berlangsung selama siswa berada di sekolah tetapi juga saat berada di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya.

"Dengan diresmikannya program Kangpisman ini, sampah yang berada sekitar kita bisa menjadi manfaat dan bernilai ekonomi," tutur Oded.

Di hadapan para siswa, Oded menjelaskan, Kang Pisman kepanjangan dari Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan.  Pertama, kurangi sampah mulai dari sumbernya, yaitu baik itu di rumah atau sekolah. Kedua, pisahkan sampah kering atau basah (organik/anorganik). Terakhir manfaatkan sampah menjadi barang yang terpakai ataupun memiliki nilai ekonomi. 

"Murid sekolah harus rajin pisahkan sampah dan dapat memanfaatkannya. Sehingga sampah bisa berkurang dari sumbernya," katanya. 

Mulai dari sekarang, lanjutnya, mindset masyarakat harus diubah. "Sampah itu sebagai sahabat yang bisa dimanfaatkan dan memiliki daya ekonomi," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 28 Bandung, Nunung Kuraesin mengaku, sekolahnya telah melakukan gerakan kebersihan sebelum pencanangan Kang Pisman.

"Sekitar Agustus kita sudah giat memprogramkan kebersihan, baik itu bebersih sampai bank sampahnya pun kita miliki. Kita biasakan siswa membawa tempat makanan dan tumbler. Ini agar pola pikir mereka lebih cerdas dan mengetahui manfaatnya," paparnya.

Setelah pencanangan program Kang Pisman, ia berharap kesadaran siswa mengenai kebersihan semakin meningkat. Selain itu, mampu memilah dan memilih sampah dari sumbernya.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait