Minggu, 16 Juni 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Pencanangan Gerakan Tilawah dan Hapalan Alquran Kota Bandung

Pemkot Menargetkan, Lima Tahun Lahir 151.000 Penghafal Alquran

Rabu, 28 November 2018

Pemkot Menargetkan, Lima Tahun Lahir 151.000 Penghafal Alquran
Primanda Wijaksana/Humas.Bandung.go.id
WALI Kota Bandung, Oded M. Danial saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT ke-47 Korpri Kota Bandung yang dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Tilawah dan Hapalan Alquran di Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).*

HumasBandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan dalam lima tahun kedepan bisa mencetak 1.000 penghafal Alquran di tiap kelurahan. Ditargetkan dalam kurun waktu tersebut, akan lahir 151.000 penghafal Alquran di Kota Bandung.

Demikian disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT ke-47 Korpri Kota Bandung yang dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Tilawah dan Hapalan Alquran di Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).

Oded mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempunyai visi membangun ketakwaan warga terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai program keagamaan. Diantaranya melalui Gerakan Tilawah dan Hapalan Alquran yang pencangannya dilakukan pada hari ini, Rabu (28/11/2018).

Program tilawah, lanjut Oded, merupakan bagian dari visi dan misinya dalam membangun kota. Menurutnya, salah satu cara agar kota menjadi kokoh adalah, membangun mental dan spiritual warganya.

"Kita ingin menghadirkan penghapal Alquran sebanyak-banyaknya. Membangun Bandung dengan keberkahan Allah dengan cara mencintai Alquran," tuturnya.

Oded mengungkapkan, strategi membangun sebuah peradaban manusia harus melalui dua pendekatan, yaitu logika ihsaniah dan logika ilahiah. Logika insaniah menggunakan sains dan teknologi dalam membangun. Sedangkan logika ilahiah adalah percaya bahwa ada kekuatan Tuhan yang menentukan.

"Selain berikhtiar dengan berbagai upaya teknis, warga Kota Bandung juga harus percaya bahwa ada kekuatan Tuhan. Kekuatan tersebut akan memberi kemudahan dan perlindungan dalam setiap kesempatan. Hal itu sebagaimana amanat konstitusi di negara ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Bina Sosial Keagamaan Setda Kota Bandung, Latief menyatakan, Pemkot Bandung telah bekerja sama dengan lembaga pelatihan hafalan Alquran untuk mendukung program ini. Lembaga tersebut telah memiliki metode khusus untuk mempermudah menghafal Alquran.

"Hal pertama yang akan kita lakukan adala, melaksanakan ToT (Training of Trainer) kepada 200 orang guru mengaji," ujar Latief.

Para guru mengaji ini berasal dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah dan Forum Komunikasi Pengajar Quran di Kota Bandung. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 4 hari pada awal Desember mendatang.

"Nanti mereka yang akan mengajarkan metode itu kepada siswa siswi diniyah," jelasnya.* humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait