Minggu, 16 Juni 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Pesan Mang Oded: Hati-hati Jalankan Program Pembangunan

Kamis, 18 Oktober 2018

Pesan Mang Oded: Hati-hati Jalankan Program Pembangunan
Agvi Firdaus/Humas.Bandung.go.id
WALI Kota Bandung, Oded M. Danial.*

HumasBandung - Kasus dugaan korupsi yang menimpa Lurah Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Dayat Hidayat harus menjadi pelajaran bagi seluruh perangkat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan program pembangunan.

Demikian disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Kamis (18/10/2018). Pernyataan wali kota disampailkan terkait dengan penahanan salah seorang lurah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung karena dugaan korupsi.

"Kalau ada kasus seperti ini, saya berharap semua perangkat daerah dalam bekerja menjalankan program pembangunan, harus lebih hati-hati,” katanya.

Pada beberapa kesempatan, pria yang akrab disapa Mang Oded ini, telah menyampaikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung, supaya dalam bekerja tidak hanya berpatokan sekadar boleh atau tidak boleh.

"Bekerja juga harus dibarengi dengan dimensi patut dan tidak patut. Kalau kita bisa sampai pada pertimbangan patut atau tidak patut, maka harapannya akan lebih hati-hati," tegasnya.

Mang Oded mengungkapkan, jauh sebelum penahanan, Lurah Warung Muncang dan Camat Bandung Kulon sudah dipanggil. Langkah itu diambil setelah ada sejumlah RW di Warung Muncang yang memberikan informasi tentang adanya masalah penggunaan dana Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).

“Dari lurah dan camat, saya dapat keterangan bahwa pekerjaan PIPPK dikerjasamakan kepada pengusaha. Muncul masalah saat pengusaha yang menanganinya kabur. Saya sudah minta lurah dan camat untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik. Tiba-tiba sekarang muncul penahanan, itu artinya prosesnya berjalan. Itu artinya arahan saya tidak dilaksanakan,” tuturnya.

Mang Oded menambahkan, Pemkot Bandung dengan tangan terbuka akan menerima laporan serupa untuk kemudian ditindaklanjuti. Ia menyadari sebagai pemerintah memiliki keterbatasan dalam hal pengawasan dan tidak boleh anti terhadap sikap kritis publik.

“Justru kita harus bersyukur. Inspektorat kita kan terbatas. Ketika ada publik melakukan kolaborasi dalam pengawasan, kita harus bersyukur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Umum (Pemum) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung, Asep S. Gufron mengaku masih berkoordinasi dengan Bagian Hukum Kota Bandung untuk kemungkinan pemberian pendampingan terhadap yang bersangkutan. “Saya masih mempelajari substansi kasusnya,” ujarnya.

Menurut pria yang belum genap dua pekan menjadi Kabag Pemum itu, PIPPK bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Oleh karenanya, aparat kewilayah harus berhati-hati salam menggunakannya.

"Bagian Pemum akan terus membina kewilayahan. Saya sudah rapat dengan para camat bahwa pertama mereka harus hati-hati, dalam arti sejauh mana mengelola keuangan. Apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ada di Pemkot Bandung atau tidak. Hindari hal-hal yang dapat berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Terkait kejadian yang menimpa Lurah Warung Muncang, Asep mengatakan, selama sesuai aturan dan mengikuti pedoman, para lurah tidak usah khawatir. Kuncinya, tambahnya, saat dana PIPPK itu bergulir, penggunaannya harus terencana, terpetakan, dan terpola.

“PIPPK sangat membantu untuk pembangunan di wilayah masing-masing kecamatan maupun kelurahan. Apalagi menumbuhkan rasa kebersamaan warga Kota Bandung. Itu yang ingin kita munculkan,” terang Asep.

Untuk meningkatkan kompetensi para aparat kewilayahan, Bagian Penum akan menyelenggarakan bimbingan teknis. Hal itu untuk mempertebal pemahaman tentang pelaksanaan PIPPK.

“Akan ada pertemuan khusus kecamatan yang di dalamnya ada narsum khusus yang akan memberikan penguatan terhadap pola pikir manajemen yang ada di masing-masing kewilayahan,” imbuhnya.* fauzan - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR