Rabu, 14 November 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Dadang Supriatna Jadi Pelaksana Harian Wali Kota Bandung

Minggu, 16 September 2018

Dadang Supriatna Jadi Pelaksana Harian Wali Kota Bandung
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id
SEKRETARIS Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mewakili Gubernur Jawa Barat menyerahkan Surat Penugasan sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Wali Kota Bandung kepada Dadang Supriatna, Minggu (16/9/2018).*

HumasBandung - Hari ini, Minggu (16/9/2018), masa jabatan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berakhir. Sementara itu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih baru akan dilantik pada 20 September mendatang.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Wali Kota Bandung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menunjuk Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Dadang Supriatna menjadi Pelaksana Harian (Plh.) Wali Kota Bandung. Dadang Supriatna akan menjabat sampai pelantikan Wali Kota Bandung definitif pada 20 September mendatang.

Penetapan Dadang Supriatna sebagai Plh. Wali Kota Bandung ditandai dengan penyerahan Formulir Berita dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mewakili Gubernur Jawa Barat kepada Dadang Supriatna di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Minggu (16/9/2018).

"Hari ini saya ditugaskan menyampaikan formulir berita kepada Pj. Sekda Kota Bandung sebagai Plh. Wali Kota Bandung untuk mengisi kekosongan jabatan di Pemerintah Kota Bandung. Sebab tidak boleh ada kekosongan jabatan walaupun hanya sedetik," ungkap Iwa.

Formulir berita bernomor 131/177/Pemkam yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil, tanggal 14 September 2018 menyebutkan, sesuai dengan Pasal 131 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dalam hal terjadi kekosongan jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Sekretaris Daerah melaksanakan tugas selaku kepala daerah.

Iwa menegaskan, Plh. Wali Kota mempunyai tiga tugas penting. Pertama adalah, menjaga agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Kedua, memelihara komunikasi yang baik dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Ketiga, memastikan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih berjalan dengan lancar.

"Saya percaya Pak Dadang mampu mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya," ucap Iwa.

Sementara itu, Dadang Supriatna menuturkan bahwa kewenangannya sebagai Plh. Wali Kota tidak sama dengan pejabat definitif. Ia tidak boleh mengambil keputusan atau kebijakan yang bersifat strategis.

"Kewenangan Plh. itu tidak sama dengan pejabat definitif. Ada batasan-batasan mengenai kewenangan. Plh itu tidak dapat mengambil keputusan atau kebijakan mengenai perubahan status hukum organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran," paparnya.

Dadang mengatakan, terkait dengan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Kota Bandung sekaligus akan menjadi tuan rumah bagi pelantikan lima kepala daerah lainnya di Jawa Barat hasil pemilihan pada Pilkada Serentak 2018.

"Meskipun kepanitiaannya dari provinsi, tetapi karena tempatnya ada di Kota Bandung, jadi peranan Kota Bandung sangat menentukan kelancaran kegiatan," katanya.* nurul - humas.bandung.go.id

 


Kata kunci:
plhpelaksana harian

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait