Sabtu, 21 September 2019 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Disdik Siapkan Solusi bagi Siswa RPM yang Tidak Diterima di Sekolah Negeri

Rabu, 11 Juli 2018

HumasBandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memberikan solusi kepada calon peserta didik Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) yang tidak diterima di Sekolah Menengah Negeri (SMP), untuk melanjutkan pendidikan di SMP swasta. Solusi lainnya berupa pendampingan bagi calon peserta didik RPM maupun non-RPM yang akan masuk ke sekolah swasta.

Sekretaris Disdik Kota Bandung, Mia Rumiasari saat ditemui di SMP Negeri 13, Jalan Mutiara, Turangga, Kota Bandung, Rabu (11/7/2018), mengatakan, Disdik belum mempunyai data berapa banyak calon peserta didik yang harus disalurkan ke sekolah swasta. Hanya saja melihat data PPDB 2018, ada 21.122 pendaftar ke SMP negeri. Sebanyak 16.028 orang diterima dan sisanya 5.098 orang tidak diterima.

Mia menuturkan, Disdik Kota Bandung berkewajiban untuk menyalurkan calon peserta didik RMP ke sekolah swasta karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad di Kota Bandung tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah. Karenanya Disdik menawarkan alternatif solusi kepada orang tua calon peserta didik RPM, supaya anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan walaupun tidak di sekolah negeri.

Selain menyalurkan ke sekolah swasta, sesuai amanat Permendikbud No. 72 Tahun 2014, Disdik Kota Bandung membuka sekolah rintisan satu atap untuk menampung calon peserta didik RPM yang tidak diterima di sekolah negeri. Hal tersebut sesuai amanat Permendikbud 72 tahun 2014.

Sekolah rintisamn satu atap berada di titik rawan padat penduduk. Sekolah ini terintegrasi antara Sekolah Dasar (SD) dengan SMP. Siswa SMP di sekolah ini akan menggunakan bangunan SD sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Ada lima SD yang sudah disiapkan menjadi sekolah rintisan satu atap, yaitu SD Cihaurgeulis, SD Cicabe, SD Ciburuy, SD Kebon Gedang, dan SD Cimuncang. Selain faktor kepadatan penduduk, pertimbangan Disdik Kota Bandung membuka sekolah rintisan satu atap tersebut karena melihat kecukupan ketersediaan sarana pendukung.

Mengenai tenaga pendidik, untuk sementara waktu akan memberdayakan dari sekolah penyangga. Contohnya SD Kebon Gedang, tenaga pendidiknya berasal dari SMPN 31.

“Sejauh ini hanya dibatasi dua rombongan belajar (rombel) per sekolah. Satu rombelnya maksimal 32 peserta didik," ujar Mia.

Bagi orang tua yang mau mengakses sekolah satu atap tersebut, bisa menghubungi sekolah penyangga atau langsung datang ke lokasi SD seperti disebutkan.

Mengenai pendampingan calon peserta didik untuk disalurkan ke sekolah swasta, Mia menuturkan, pendampingan diberikan apabila pendaftaran di sekolah swasta yang dituju sudah tutup. Apabila pendaftaran masih dibuka, tidak ada masalah.

Mia menambahkan, dalam jangka panjang Disdik Kota Bandung merencanakan untuk menempatkan minimal satu SMP negeri di setiap kecamatan. Sementara untuk SD sudah terpenuhi karena jumlahnya mencapai 274 sekolah dan tersebar di setiap kelurahan.

“Wilayah yang belum ada SMP negeri di Kecamatan Cinambo. Sebenarnya lahannya sudah ada, tetapi akses jalan masuk belum ada. Mudah-mudahan kalau tahun ini sudah bisa dibebaskan, maka tahun depan bisa mulai dibangun. Kami terus berkoordinasi dengan DPKP3 untuk penyediaan akses jalan masuk tersebut,” pungkasnya.* fauzan - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR