Selasa, 21 Agustus 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Disepakati, Pembangunan LRT Metropolitan Bandung Raya

Senin, 4 Juni 2018

Disepakati, Pembangunan LRT Metropolitan Bandung Raya
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id
GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan menandatangani naskah kesepakatan bersama pembangunan perkeretaapian di wilayah metropolitan Bandung Raya di Aula Barat Gedung Sate, Senin (4/6/18).*

HumasBandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani naskah kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Naskah kesepakatan bersama No. 005/553 tersebut, tentang kerja sama pembangunan perkeretaapian di wilayah Metropolitan Bandung Raya.

Naskah kesepakatan bersama ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung Muhamad Solihin, Wali Kota Cimahi Ajay Priyatna, dan Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan. Penandatangan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin (4/6/2018).

Muhamad Solihin yang ditemui usai acara, mengatakan bahwa Pemkot Bandung menyambut positif pembanguan transportasi publik Light Rail Transit (LRT) wilayah Metropolitan Bandung Raya. Solihin meyakini, Pembangunan LRT dapat mengurai kemacetan di Kota Bandung.

"Kerjasama integrasi ini pada dasarnya menguntungkan Kota Bandung juga. Kita harus manfaatkan sebaik mungkin," ujar Solihin.

Solihin menjelaskan, kerjasama LRT Metropolitan Bandung Raya tidak akan menghambat proyek Metro Kapsul Bandung yang telah dimulai Februari 2018 lalu. Bahkan LRT bisa saling melengkapi dengan Metro Kapsul.

"LRT Bandung Raya nantinya dibangun untuk transportasi dari luar kota menuju Kota Bandung sementara Rute Metro Kapsul hanya intern di Kota Bandung," ungkapnya.

Solihin menilai, pembanguan LRT Metropolitan Bandung Raya yang akan menghubungkan antara Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan sekitarnya tersebut dapat mengurangi macet ibukota Provinsi Jawa barat.

"Seperti halnya monorel di Jakarta dulu, tak akan terlalu signifikan mengurai kemacetan di Jakarta. Oleh karenanya dihubungkan dengan daerah satelit lainnya seperti Bogor dan Depok untuk mengurangi macet Jakarta dari luar kota. Di Kota Bandung pun perlu hal ini," katanya.* syahda - humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR