Rabu, 26 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Asia Africa Carnival

Inilah Magnet Wisata Itu

Sabtu, 28 April 2018

Inilah Magnet Wisata Itu
Meiwan Kartiwa/Humas.Bandung.go.id
GELARAN Asia Africa Carnival, Sabtu (28/4/2018), berhasil menyedot perhatian warga masyarakat. Ribuan warga memenuhi Jalan Asia Afrika dan sekitarnya untuk menyaksikan karnaval yang diikuti peserta dari daerah-daerah di Indonesia serta negara-negara di Asia dan Afrika.*

HumasBandung – Penyelenggaraan Asia Africa Carnival Tahun 2018, Sabtu (28/4/2018), berhasil menyedot perhatian warga masyarakat. Ribuan warga memenuhi Jalan Asia Afrika dan sekitarnya untuk menyaksikan karnaval yang diikuti peserta dari daerah-daerah di Indonesia serta negara-negara di Asia dan Afrika.

Kegembiraan terpancar dari warga yang menyaksikan peserta karnawal saat melewati rute sepanjang 1,2 km. Berawal dari Jalan Asia Afrika, peserta karnaval kemudian melewati Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan kembali ke Jalan Asia Afrika.

Tak hanya menjadi perhatian warga Kota Bandung, acara ini pun berhasil menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. “Kita berharap, acara ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung dan Jawa Barat,” ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Resti Reko Astuti saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Menurut Resti, pemerintah secara nasional menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara dan 270 juta pergerakan wisata di Indonesia. AAC atau Karnaval Asia Afrika diharapkan bisa mendorong pencapaian target tersebut.

Secara umum, Resti optimistis kegiatan ini bisa memenuhi ekspektasi 58.000 pergerakan wisatawan sejak rangkaian kegiatan ini berlangsung. Ia berharap, acara ini bisa terus memberikan kontribusi positif bagi Kota Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia.

"Bandung telah memiliki ketiga unsur pariwisata, yaitu memiliki aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang baik. Aktivitasnya luar biasa," katanya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin bersyukur bahwa semua orang bisa berbahagia merayakan peringatan Konferensi Asia Afrika di lokasi yang bersejarah bagi dunia, negara-negara Asia dan Afrika, juga warga Kota Bandung serta Indonesia.

"Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 ini adalah momentum penting. KAA tahun 1955 adalah peristiwa paling bersejarah di Kota Bandung, Indonesia dan Asia Afrika. KAA adalah simbol perlawanan terhadap penjajahan dan imperialisme di dunia," tutur Solihin.

Di Gedung Merdeka, lanjutnya, para delegasi menyatakan sikap untuk memperjuangkan dan menentang rasisme serta menguatkan kedudukan negara-negara di Asia dan Afrika di mata dunia. "Hal yang disoroti saat itu adalah, ekonomi, sosial, budaya, serta hak untuk menentukan nasib sendiri, kerja sama internasional, pelucutan senjata," katanya.* nurul – humas.bandung.go.id

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR