Minggu, 23 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Cegah Stunting Mulai dari Janin

Kamis, 19 April 2018

Cegah Stunting Mulai dari Janin
Humas Dinkes Kota Bandung
KEKALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita pada acara peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 tingkat Kota Bandung di Gor Pajajaran Bandung, Rabu (18/04/2018).*

HumasBandung - Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama sehingga menyebabkan anak tumbuh pendek dibanding anak-anak lain seusianya.

“Pencegahan terbaik agar seorang anak tidak mengalami stunting adalah dengan memenuhi asupan gizinya sejak masih janin,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita pada acara peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 tingkat Kota Bandung di Gor Pajajaran Bandung, Rabu (18/04/2018).

Diungkapkan Rita, stunting merupakan masalah besar yang harus dihadapi oleh Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Asia Tenggara.

“Ibu-ibu yang sedang hamil harus menjaga makanan dan memperhatikan asupan gizi yang dimakan agar anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting,” kata Rita.

Senada dengan yang disampaikan Rita, Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, M. Solihin mengimbau agar makanan yang dimakan oleh masyarakat tidak asal kenyang melainkan harus sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan, khususnya di 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Kita mengajak masyarakat agar paham bahwa makanan bergizi tidak harus yang mahal, tapi yang memenuhi syarat makanan gizi seimbang. Harus ada sayur dan buah-buahan segar,” kata Solihin usai membuka acara peringatan HGN ke-58.

Solihin menekankan agar peringatan HGN ke-58 ini tidak hanya acara seremonial melainkan harus ada langkah strategis yang diambil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ia juga menyebutkan Bandung sebagai ibukota Jawa Barat (Jabar) harus bisa menjadi penggerak peningkatan gizi masyarakat mengingat rasio anak dengan stunting di Jabar terbilang tinggi, yakni 1:3.

“Bandung bukan kota dengan stunting terbesar, tapi warga Jabar merupakan yang terbanyak. Kalau manusianya tidak berkualitas, bukannya jadi bonus demografi, tapi akan menjadi bencana demografi. Ini justru menjadi beban negara,” tambahnya.

Asupan gizi seimbang yang diperlukan bagi janin melingkupi karbohidrat, protein, serat, mineral, vitamin, garam, gula, minyak, dan air kadarnya disesuaikan dengan kondisi janin dan ibu hamil. Ibu hamil yang sebelum kehamilannya termasuk dalam kategori kurus maka saat hamil harus mengalami kenaikan berat badan hingga 12 kg dengan mengonsumsi makanan bergizi sesuai kondisi tubuhnya. Sebaliknya, ibu hamil yang sebelumnya masuk ke dalam kategori gemuk harus mendapatkan asupan gizi yang sesuai dengan kondisi tubuh dan janinnya.

“Idealnya pertambahan berat tubuh ibu hamil sebanyak 12 kg sedangkan rata-rata ibu hamil di Indonesia pertambahannya hanya 7 kg, sehingga anaknya mengalami stunting,” jelas Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Doddy Izwardy yang turut hadir merayakan HGN ke-58 di Bandung.

Untuk meningkatkan kualitas gizi ibu hamil atau anak yang mengalami stunting perlu didukung dengan makanan tambahan, yakni dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit khusus yang bisa diperoleh di Puskesmas se-Kota Bandung. Warga akan dibantu 80 petugas gizi yang tersebar di setiap Puskesmas untuk memantau kondisi gizi ibu hamil di daerah kerjanya.* Humas Dinkes Kota Bandung - humas.bandung.go.id


Kata kunci:
stuntinggizijanin

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait