Senin, 24 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Satgas KTR Mulai Menyasar Hotel

Senin, 16 April 2018

Satgas KTR Mulai Menyasar Hotel
Rizal Fadillah Siptriandy/Humas.Bandung.go.id
ANGGOTA Satgas menempel stiker KTR di lobby Hotel Jayakarta yang menandakan di lokasi itu pengunjung dilarang merokok.*

HumasBandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung gencar melakukan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayahnya. Pekan ini, sosialisasi memasuki tahap kedua.

Ada 336 lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi tahap kedua yang berlangsung pada 16-20 April 2018. Hotel, sekolah, restoran, gedung milik pemerintah, bahkan sekolah menjadi sasaran sosialisasi.

Hari ini (Senin, 16/4/2018), salah satu sasaran sosialisasi adalah, Hotel Jayakarta yang berada di kawasan Dago. Anggota Satuan Tugas (Satgas) menempel stiker KTR di lobby hotel yang menandakan di lokasi itu pengunjung dilarang merokok.

“Sosialisasi KTR merupakan amanat Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 315 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pada bulan Maret, Pemkot Bandung menurunkan 34 anggota Satgas untuk menyosialisasikan KTR di wilayah Kota Bandung,” kata Ketua Tim II Satgas KTR, Endang Efendi.

Satgas KTR, lanjut Endang, terbagi dalam tujuh tim yang bertugas di tempat berbeda yang banyak dijumpai perokok. Hari ini (Senin, 16/4/2018), Tim II Satgas KTR melakukan sosialisasi di Hotel Jayakarta. Anggota satgas menempel stiker KTR di hotel yang berada di kawasan Dago tersebut.

“Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui Tim II Satgas KTR terus menyosialisasikan dan melakukan pembinaan KTR,” kata Endang di Hotel Jayakarta.

Menurut Endang, respon pengelola hotel terhadap sosialisasi KTR sangat baik . Bahkan mendukung program Pemkot Bandung tersebut.

“Alhamdullilah kita sudah jalan ke tahap dua sosialisasi mengenai KTR ini. Tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini. Respon dari owner hotel maupun tempat lainnya sangat mendukung saat kami terapkan KTR di lobby hotel,” ujarnya di sela-sela sosialisasi .

Dalam rangka sosialisasi KTR, satgas tidak menerapkan sanksi. “Ke depan akan ada Peraturan Daerah (Perda) dan akan ada sanksi bagi pelanggar,” tutur pria yang sehari-hari berdinas di Satuan Polisi Pamong Praja tersebut.

Memasuki tahap 2 sosialisasi, lanjut Enjang , sudah terlihat efek positif dari program KTR. Salah satunya, di beberapa tempat seperti kantor kecamatan yang dulunya sering terlihat puntung rokok, kini mulai menghilang.

“Sampai saat ini kami lihat efeknya positif. Sebelumnya, setiap kami ke kantor kecamatan, ada saja puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun sekarang mereka merokok di tempat yang sudah disediakan,” katanya.

Sementara itu, Manajemen Hotel Jayakarta menyambut baik sosialisasi KTR. Manajer HRD Hotel Jayakarta, Oyib Ferdiansyah menyatakan, sangat mendukung penerapan KTR di hotel tempatnya bekerja.

“Saya sangat mendukung dengan program ini. Di sini ada tempat untuk merokok dan ada juga tempat yang dilarang untuk merokok seperti lobby dan tempat tertutup lainnya,” katanya sesuai menerima Tim II Satgas KTR Kota Bandung.

Program ini, lanjutnya, dapat mengedukasi masyarakat khususnya kepada tamu untuk bisa menghargai tamu lain yang tidak merokok. “Selain demi kesehatan, program KTR tersebut bisa sebagai langkah toleransi sesama tamu. Jadi bagi mereka yang merokok bisa menghargai tamu lain yang tidak merokok, yang terkadang merasa terganggu,” tuturnya.* rizal - humas.bandung.go.id


Kata kunci:
ktrkawasanrokokhotel

BAGIKAN

BERI KOMENTAR