Minggu, 22 Juli 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Hijaukan Bandung, Bantaran Sungai Terus Ditanami Pohon

Senin, 16 April 2018

Hijaukan Bandung, Bantaran Sungai Terus Ditanami Pohon
Dok. Humas.Bandung.go.id
SALAH satu upaya dalam penataan lingkungan hidup adalah, menanami pohon di seluruh bantaran sungai yang melintasi Kota Bandung.*

HumasBandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya menciptakan Kota Bandung menjadi lebih hijau, bersih, dan nyaman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, menata lingkungan hidup.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP3), Iwan Sugiono mengatakan, salah satu upaya dalam penataan lingkungan hidup adalah, menanami pohon di seluruh bantaran sungai yang melintasi Kota Bandung. Tujuannya untuk mencegah erosi, mengendalikan sedimentasi, dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

“Menurut data tahun 2015 di Kota Bandung ada 4 juta pohon. Kita akan terus menambah jumlah pohon yang tumbuh di Kota Bandung, salah satunya lewat penanaman pohon di bantaran sungai,” katanya.

Apabila penanaman pohon di bantaran sungai yang digagas oleh DPKP3 terwujud, maka lingkungan Kota Bandung khususnya bantaran Sungai Cikapundung akan menjadi lebih nyaman dan asri. Bahkan bisa dikunjungi oleh wisatawan, seperti Cikapundung Riverspot di Jalan Ir. Soekarno.

Program penanaman pohon di bantaran sungai, lanjut Iwan, merupakan bagian dari Gerakan Rehabilitasi Lahan yang digulirkan DPKP3. Melalui gerakan ini, lahan di Kota Bandung terus dirawat dan direhabilitasi.

“Gerakan Rehabilitasi Lahan sebagai wujud Pemkot Bandung memperhatikan lahan tanah, khususnya untuk penghijaun maupun dalam hal rehabilitasinya. Kita selektif dalam memilih lahan yang akan ditanam pohon, jika bantaran sungai layak untuk ditanam, pasti kita lakukan penanaman,” katanya kepada humas.bandung.go.id, Senin (16/4/2018).

Ditambahkan Iwan, untuk tipe pohon yang sesuai dengan kondisi di bantaran sungai seperti pohon karet, pohon bambu, pohon dadap, pohon cangkring, dan pohon Beringin. “Jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi tanah. Karena bantaran sungai berdekatan dengan air, maka harus ditanam pohon yang akarnya bisa mengikat tanah. Seperti pohon karet, bambu, dadap, cangkring, termasuk juga caringin," kata Iwan.

Menurutnya, dalam satu lokasi anak sungai sebaiknya ditanami pohon dengan jumlah yang cukup. Satu titik lokasi sebaiknya ditanam sekitar 20 pohon. “Bagusnya 20 pohon dalam satu lokasi, tapi kita lihat kondisi bantaran juga. Jika wajarnya 5 pohon ya kita tanam 5 pohon saja. Intinya harus sesuai dengan kondisi bantaran sungai,” jelasnya.

Ditambahkan Iwan, ada 30 titik anak sungai yang menjadi target penanaman pohon di bantaran sungai. Diantaranya anak Sungai Cikapundung, yaitu Sungai Citarip dan Sungai Cipamokolan. “Untuk menyukseskan program ini dibutuhkan kolaborasi antara dinas terkait dengan unsur kewilayahan, baik RW, kelurahan maupun kecamatan. Hal tersebut cukup penting karena memudahkan koordinasi untuk penanaman,” kata Iwan.

Diharapkan seluruh stakeholder bergotong royong untuk menyukseskan gerakan menanam pohon di bantaran sungai. Sikap aktif dan kesadaran masyarakat pun menjadi hal yang utama untuk menjaga kebersihan lingkungan sungai. “Kesadaran menjadi yang utama untuk menjaga keasrian lahan sungai, jangan sampai terjadi penyempitan lahan oleh bangunan yang menjadi salah satu sumber masalah,” ujarnya.* andryan - humas.bandung.go.id

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait