Rabu, 12 Desember 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Pembangunan Rumah Deret Tamansari

Menepis Deretan Masalah dengan Silaturahmi

Sabtu, 14 April 2018

Menepis Deretan Masalah dengan Silaturahmi
Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id
WARGA Tamansari yang lahannya menjadi lokasi pembangunan rumah deret, melakukan silaturahmi di Taman Film, Pasupati, Sabtu (14/4/2018).*

HumasBandung - Warga RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung yang lahannya menjadi lokasi pembangunan rumah deret, melakukan silaturahmi di Taman Film, Pasupati. Usai silaturahmi, dilanjutkan dengan monitoring pembangunan rumah deret ke lokasi.

Acara silaturahmi diisi dengan pemaparan tentang pembangunan rumah deret. Di Taman Film dan sejumlah titik terlihat baliho dan spanduk dukungan terhadasp pembangunan rumah deret. Sementara itu, acara silaturahmi diisi dengan pemaparan tentang pembangunan rumah deret.

Syahroni, salah satu warga RW 11 mengatakan, dirinya mendukung pembangunan rumah deret. Ia berharap, warga RW 11 yang telah setuju dengan pembangunan rumah deret, dapat terus mendukung pembangunan. Dari 197 KK yang menempati lokasi pembangunan rumah deret, sebanyak 185 KK sudah setuju dengan pembangunan rumah deret.

"Dinamika memang selalu ada, ketegangan yang sempat terjadi ini perlu kita selesaikan bersama, jangan sampai ada miskomunikasi," ujarnya pada acara silaturahmi, Sabtu (14/4/2018).

Syahroni meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk segera merealisasikan pembangunan rumah deret demi terciptanya lingkungan yang tertata dan rapi. Saat ini pembangunan sudah dimulai, yaitu berupa pembongkaran rumah-rumah milik warga yang mendukung.

Sementara itu, pada acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Bagian Humas Kota Bandung di Ruang Media Balaikota, Selasa (20/3/2018), Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Iming Ahmad mengatakan, pembangunan rumah deret Tamansari di RW 11 mengalami kemajuan. Dari 90 rumah atau 199 KK, sebanyak 86 rumah atau 186 KK mendukung program tersebut.

"Sesuai komitmen, program rumah deret harus tetap berjalan dan berlanjut. Terlebih dengan dukungan pemilik 86 rumah yang pro pembangunan ini. Selama ini kami berusaha melakukan upaya persuasif di lapangan," ujar Iming.

Dengan adanya dukungan dari warga, lanjutnya, pihaknya mulai memproses pembongkaran rumah-rumah. “Ada empat rumah yang sedang mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kami menghargai proses yang sedang berjalan. Intinya kami tetap persuasif di lapangan," katanya.

Sedangkan Kepala Seksi Pembangunan dan Perumahan DPKP3 Kota Bandung, Rino Novian Subhan pada kesempatan yang mengatakan, untuk memberikan kenyamanan kepada pemilik rumah yang telah sepakat, Pemkot Bandung memberikan biaya sewa maksimal Rp 26 juta selama satu tahun. Sedangkan warga yang mengontrak diberikan tempat di rumah susun Rancacili.

"Jadi Rp 26 juta itu bukan diberikan tunai kepada warga, tetapi warga mencari tempat tinggal atau kontrakan, lalu sesuaikan harganya. Setelah mendapat yang cocok, baru warga melaporkan kepada DPKP3 untuk membayar uang sewa rumah," jelasnya.* andryan – humas.bandung.go.id



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait