Senin, 25 Juni 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Bina Germas di Cibaduyut

Sabtu, 14 April 2018

Bina Germas di Cibaduyut
Humas Dinkes Kota Bandung
DINKES bersama P2WKSS Kota Bandung menyelenggarakan pembinaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kelurahan Cibaduyut, Jumat (13/4/2018).*

HumasBandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung bersama Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kota Bandung menyelenggarakan pembinaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kelurahan Cibaduyut, Jumat (13/4/2018). Pembinaan digelar di Aula Kantor Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Sebanyak 50 warga Kelurahan Cibaduyut yang terdiri dari Kepala Keluarga (KK) warga binaan P2WKSS, kader Posyandu, pengurus RW Siaga di RW binaan, Tim Penggerak (TP) PKK RW, dan TP PKK Kelurahan mengikuti pembinaan Germas. Pembinaan diberikan oleh praktisi gizi Dina Rahayu, praktisi keperawatan Lilis Sri Mulyani, dan praktisi kebidanan Presti Rulitasari.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Adelia saat membuka acara mengatakan, pembinaan Germas merupakan bagian dari program bantuan Dinkes Kota Bandung kepada warga binaan P2WKSS.

Adelia mengungkapkan, masyarakat perlu mengetahui Germas yang merupakan upaya promotif dan preventif yang sangat berpengaruh pada tingkat kesakitan dan kematian, dalam hal ini yang diakibatkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kanker. Melalui pola hidup sehat, tingkat kesakitan dan kematian yang diakibatkan PTM bisa ditekan.

"Germas bagian dari upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada kesehatan dasar melalui pola hidup sehat, antara lain aktivitas fisik, makan buah dan sayur, periksa kesehatan rutin, membersihkan lingkungan, menjaga jamban sehat, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi alkohol," paparnya.

Selain pembinaan Germas, bantuan yang diberikan Dinkes Kota Bandung kepada warga binaan P2WKSS adalah, program-program terkait isu nasional kesehatan saat ini yaitu menekan angka stunting (bertubuh pendek) dan TBC serta pelaksanaan imunisasi. Seperti diberitakan di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek. Ini juga yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

Sementara dalam acara tersebut, praktisi gizi, Dina Rahayu berharap pembinaan Germas dapat memberikan informasi dan kemampuan bagi warga binaan P2WKSS di Kelurahan Cibaduyut untuk meningkatkan status kesehatan keluarganya.

"Semoga Germas terus memasyarakat agar setiap keluarga dapat terhindar dari penyakit TBC, stunting dan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap," jelasnya.* yuyun - humas.bandung.go.id


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait