Kamis, 13 Desember 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Sosialisasi Komisi IX DPR dan Kemenkes

Germas Kurangi Risiko Kematian Akibat PTM

Jumat, 13 April 2018

Germas Kurangi Risiko Kematian Akibat PTM
Humas.Bandung.go.id
KOMISI IX DPR RI bersama dengan Kemenkes menyelenggarakan sosialisasi Germas di Kampung Sindanglaya, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (13/4/2018).*

HumasBandung – Komisi IX DPR RI bersama dengan Direktorat Promosi Kesehatan (Promkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sosialisasi dilaksanakan di Kampung Sindanglaya, Arcamanik, Jumat (13/4/2018).

Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Sustiawan mengatakan, sosialisasi Germas diikuti sekitar 200 orang. Peserta berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), kecamatan, kelurahan, Puskesmas, dan tokoh masyarakat.

Sosialiasi Germas, ungkap Ketut, bertujuan untuk mengurangi kesakitan yang berisiko kematian akibat penyakit tidak menular (PTM). Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM ini menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit.

“Saat ini sedang terjadi perubahan pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi, ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat PTM seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain. Sementara itu, kesakitan dan kematian akibat penyakit menular semakin menurun, walaupun prevalensi penyakit masih cukup tinggi. Untuk menguranginya, Komisi IX DPR bersama Kemenkes terus melakukan sosialisasi Germas ke berbagai daerah,” paparnya.

Menurut Ketut, kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit. Apabila masyarakat sudah melaksanakan Germas, setidaknya mereka tidak terkena PTM sehingga tidak harus mengeluarkan biaya untuk berobat.

“Germas dilakukan melalui pola hidup sehat, antara lain aktivitas fisik, makan buah dan sayur, periksa kesehatan rutin, membersihkan lingkungan, menjaga jamban sehat, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi alkohol,” ujarnya.

Lebih lanjut Ketut mengatakan, pelaksanaan Germas juga untuk menindaklanjuti amanat konstitusi dalam melindungi warga negara di bidang kesehatan dan kesejahteraan, yaitu UUD 1945 Pasal 28 serta UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Setiap warga negara wajib mendapatkan perlindungan kesehatan. Tidak mungkin masyarakat sejahtera kalau tidak sehat. Hal tersebut sudah diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28H ayat (1), ‘Masyarakat berhak sejahtera lahir batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan’,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Adelia yang hadir pada acara tersebut mengatakan, sosialisasi Germas merupakan upaya promotif dan preventif yang sangat berpengaruh pada tingkat kesakitan dan kematian, dalam hal ini yang diakibatkan oleh PTM.

Menurut Adelia, Germas merupakan bagian dari upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada kesehatan dasar. “Semoga Germas terus memasyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat Kota Bandung,” harapnya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait