Selasa, 24 April 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Bakesbangpol Jelang Pilkada

Selasa, 10 April 2018

Bakesbangpol Jelang Pilkada
Humas.Bandung.go.id
Bakesbangpol di acara Bandung Menjawab di Ruang Media Balaikota, Selasa (10/4/2018).*

HumasBandung – Pemilih pemula menjadi target Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018. Dari 1.650.333 orang yang terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 9,27% atau 153.006 orang merupakan pemilih pemula.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung, Iwan Hernawan pada acara Bandung Menjawab, Selasa (10/4/2018), di Ruang Media Balai Kota Bandung, menuturkan, salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Bandung untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih pemula adalah, melakukan pembinaan.

“Pembinaan kelompok pemula ini untuk meningkatkan kesadaran mereka agar menggunakan hak pilihnya. Pasalnya, berkaca dari Pemilihan Wali Kota Bandung Tahun 2013 lalu, hanya 60,47% warga yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya,” kata Iwan yang memberikan keterangan bersama Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Dadang Setiawan dan Kepala Subbidang Politik Dalam Negeri, Teguh Haris Pathon.

Iwan mengungkapkan, pembinaan juga untuk mengantisipasi adanya penyebaran berita-berita dan informasi palsu (hoax) yang berpotensi mengganggu kondusivitas masyarakat. Pemkot Bandung tak ingin ada berita hoax yang tersebar khususnya di kalangan pemilih pemula.

“Ada banyak jejaring di Kota Bandung yang kami manfaatkan. Jejaring itu kuat sampai ke tingkat RW. Jaringan dan mitra strategis ini berupaya mencegah penyebaran berita hoax. Kalau ada yang menyebarkan informasi hoax tentang kebijakan pemerintah, kami mudah mencari data info di jaringan intel daerah,” tuturnya.

Ditambahkan Kepala Subbidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Bandung, Teguh Haris Pathon, penyebaran hoax di kalangan pemilih pemula sangat mungkin terjadi. Penggunaan media sosial yang aktif dilakukan oleh penduduk usia muda memudahkan penyebaran informasi yang masif.

“Oleh karena itu kita sering mengadakan sosialisasi dan pendidikan politik ke pemilih pemula. Kita sampaikan agar jangan terbawa isu yang tidak benar dan tidak jelas,” ujarnya.

Kendati belum ada informasi hoax yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusivitas masyarakat, namun Bakesbangpol tetap terus berupaya mengantisipasi. Sejak Maret lalu, upaya sosialisasi terus digelar di beberapa daerah, termasuk di sekolah dan perguruan tinggi.

“Sejauh ini memang tidak ada informasi-informasi hoax yang menyudutkan salah satu pasangan calon wali kota atau wakil wali kota. Tapi kita tetap waspada dan antisipasi,” terangnya.

Di samping pemilih pemula, Kesbangpol juga memberikan perhatian kepada pemilih difabel yang berjumlah 1.571 orang di Kota Bandung. Pembinaan dilakukan untuk memastikan mereka menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“Target tahun 2018 partisipasi pemilih naik menjadi 78%,” katanya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR